BIDUANDA

Icon

satu dunia satu agama satu tuhan

>Fitnah Demokrasi

>









DAJJAL & FITNAHNYA TELAH LAMA BERMULA – menuju Fasa Akhir

Keluarnya Dajjal di penghujung ‘Fitnah Duhaima’

Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius tentang huru-hara menjelang kiamat adalah fenomena Fitnah Duhaima’. Duhaima’ yang bermakna kelam atau gelap gulita merupakan satu fitnah yang mengiringi kedatangan Dajjal. Maka menjadi suatu hal yang sangat urgen untuk mengetahui hakikat dan bentuk dari fitnah ini. Sebagian ulama menyatakan bahwa fitnah ini belum terjadi dan sebagian lainnya mengatakan bahwa ia sudah (sedang) terjadi.

Bangsa Bangsa Bersatu

Riwayat yang menyebutkan akan terjadinya fitnah ini adalah sebagaimana yang dikisahkan dari Abdullah bin ‘Umar bahwasanya ia berkata : “Suatu ketika kami duduk-duduk di hadapan Rasulullah saw memperbincangkan soal berbagai fitnah, beliau pun banyak bercerita mengenainya. Sehingga beliau juga menyebut tentangFitnah Ahlas. Maka, seseorang bertanya: ‘Apa yang dimaksud dengan fitnah Ahlas?’ Beliau menjawab : ‘Yaitu fitnah pelarian dan peperangan. Kemudian Fitnah Sarra’, kotoran atau asapnya berasal dari bawah kaki seseorang dari Ahlubaitku, ia mengaku dariku, padahal bukan dariku, karena sesungguhnya waliku hanyalah orang-orang yang bertakwa. Kemudian manusia bersepakat pada seseorang seperti bertemunya pinggul di tulang rusuk, kemudian Fitnah Duhaima’ yang tidak membiarkan ada seseorang dari umat ini kecuali dihantamnya. Jika dikatakan : ‘Ia telah selesai’, maka ia justru berlanjut, di dalamnya seorang pria pada pagi hari beriman, tetapi pada sore hari men jadi kafir, sehingga manusia terbagi menjadi dua kemah, kemah keimanan yang tidak mengandung kemunafikan dan kemah kemunafikan yang tidak mengandung keimanan. Jika itu sudah terjadi, maka tunggulah kedatangan Dajjal pada hari itu atau besoknya.[1]

Jika melihat dari teks yang menjelaskan berbagai bentuk fitnah di atas, nampaknya hakikat dan terjadinya fitnah-fitnah tersebut saling berhubungan satu sama lain. Peristiwa yang satu akan menjadi penyebab munculnya fitnah berikutnya. Sebagaimana tersebut dalam nash di atas, beliau mengungkapkan dengan kalimat “tsumma” yang bermakna kemudian. Ini menunjukkan bahwa fitnah-fitnah tersebut akan terjadi dalam beberapa waktu, yang ketika hampir berakhir atau masih terus terjadi hingga puncaknya, maka dilanjutkan dengan fitnah berikutnya. Kalimat “tsumma” menunjukkan jeda waktu yang tidak pasti, namun menunjukkan makna “tartib” (kejadian yang berurutan).

Fitnah pertama yang beliau sebutkan adalah Fitnah Ahlas. Tentang realita fitnah Ahlas ini, sebagian ada yang berpendapat bahwa ia sudah terjadi semenjak zaman para sahabat, dimana Al-Faruq ‘Umar bin Khaththab adalah merupakan dinding pembatas antara kaum Muslim in dengan fitnah ini, sebagaimana yang diterangkan Nabi saw ketika beliau berkata kepada ‘Umar: “Sesungguhnya antara kamu dan fitnah itu terdapat pintu yang akan hancur.”[2] Dan sabda Rasul saw ini memang menjadi kenyataan dimana ketika ‘Umar baru saja meninggal dunia, hancurlah pintu tersebut dan terbukalah fitnah ini terhadap kaum Muslimin dan ia tidak pernah berhenti sampai sekarang ini. Sejak wafatnya Umar Ibnul Khaththab, maka kaum muslimin terus ditempeli dengan fitnah tersebut.

Adapun Fitnatu Sarra’, maka Imam Ali Al-Qaari menyatakan yang dimaksud dengan fitnah ini adalah nikmat yang menyenangkan manusia, berupa kesehatan, kekayaan, selamat dari musibah dan bencana. Fitnah ini disambungkan dengansarra’ karena terjadinya disebabkan timbul / adanya berbagai kemaksiatan karena kehidupan yang mewah, atau karena kekayaan tersebut menyenangkan musuh.

Selanjutnya tentang Fitnah Duhaima. Kata duhaima’ merupakan bentuk tasghir(pengecilan) dari kata dahma’, yang berarti hitam kelam dan gelap. Fitnah ini akan meluas mengenai seluruh umat ini. Meskipun manusia menyatakan fitnah tersebut telah berhenti, ia akan terus berlangsung dan bahkan mencapai puncaknya. [3]

Ada beberapa ciri khusus dari fitnah ini yang tidak dimiliki oleh fitnah sebelumnya.

Fitnah ini akan menghantam semua umat Islam (lebih khusus lagi adalah bangsa Arab). Tidak seorangpun dari warga muslim yang akan terbebas dari fitnah ini. Beliau menggunakan lafadz “lathama” yang bermakna menghantam, atau memukul bagian wajah dengan telapak tangan (menempeleng/menampar). Kalimat ini merupakan gambaran sebuah fitnah yang sangat keras dan ganas.

Fitnah ini akan terus memanjang, dan tidak diketahui oleh manusia kapan ia akan berakhir. Bahkan ketika manusia ada yang berkata bahwa fitnah itu sudah berhenti, yang terjadi justru sebaliknya; ia akan terus memanjang dan sulit diprediksi kapan berhentinya. Inilah maksud ucapan beliau : Jika dikatakan : ‘Ia telah selesai’, maka ia justru berlanjut.

Efek yang ditimbulkan oleh fitnah ini adalah yaitu munculnya sekelompok manusia yang di waktu pagi masih memiliki iman, namun di sore hari telah menjadi kafir. Ini merupakan sebuah gambaran tentang kedahsyatan fitnah tersebut. Fitnah ini akan mencabut keimanan seseorang hanya dalam bilangan satu hari, dan ini juga merupakan sebuah gambaran betapa cepatnya kondisi seseorang itu berubah.

Beliau menjelaskan bahwa proses terjadinya kemurtadan pada sebagian umat Islam yang begitu cepat itu akan terus berlangsung dalam waktu yang tidak diketahui. Manusia terus berguguran satu persatu dalam kekufuran, dan puncak dari kejadian ini adalah terbelahnya manusia dalam dua kelompok (fusthathain); kelompok iman yang tidak tercampur dengan kenifakan dan kelompok munafik yang tidak memiliki keimanan.
Benarkah Fitnah Duhaima’ ini sudah terjadi?

Sebagian pemerhati hadits-hadits fitnah berpendapat bahwa fitnah duhaima’ itu sudah terjadi dan terus berlangsung. Di antara realita dari fitnah tersebut adalah:

Fitnah Demokrasi 

Fitnah demokrasi yang dipaksakan oleh barat kepada dunia. Sebenarnya demokrasi sudah dimulai dari Prancis pada sekitar abad 18. Saat itu ideologi demokrasi dengan pemilu sebagai produk turunannya belum ‘laku’ dan tidak banyak dilirik banyak manusia. Barulah di abad 20 ideologi itu mulai diterima, bahkan di awal abad 21, negara barat ‘memaksakan’ agar seluruh dunia menggunakan sistem tersebut sebagai ideologi yang harus dipakai oleh setiap negara. Ideologi yang menjadikan keputusan berada di tangan rakyat -tanpa memperhatikan apakah sesuai dengan hukum Islam atau justru bertolakbelakang- jelas merupakan sebuah ideologi kufur yang ditentang oleh para ulama. Tidak sedikit ulama yang telah mengupas akan kekafiran sistem ini, dimana Allah tidak boleh ‘terlibat’ dalam sebuah keputusan undang-undang. Dan sebagaimana realita yang ada, ideologi ini mulai menjangkiti beberapa negara dengan mayoritas muslim yang sebelumnya menolak untuk dijadikan sebagai landasan bernegara.

Pendapat lain tentang makna fitnah Duhaima’ adalah fitnah perang terhadap terorisme yang sebenarnya bermakna perang terhadap Islam dan umat Islam, terkhusus umat Islam yang memiliki jalan jihad sebagai cara untuk menegakkan agama (iqamatuddin).

Dalam hal ini, jika fitnah Duhaima’ dimaknai dengan fitnah demokrasi, maka fenomena terjerumusnya umat pada kekufuran juga sangat nyata. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa demokrasi merupakan ideologi kufur yang tidak menghendaki campur tangan Allah dalam urusan manusia dengan dunianya. Keengganan sekelompok masyarakat untuk menjadikan hukum Allah sebagai aturan hidup dan menjadikan pendapat mayoritas sebagai acuan dalam mengambil setiap aturan hidup merupakan bentuk kesyirikan nyata. Dengan demikian, besar kemungkinan semua pihak yang turut mengambil bagian dalam tegaknya sistem demokrasi ala barat ini akan terjerumus dalam lubang kekafiran. Dan realita seperti inilah yang kebanyakan tidak disadari oleh banyak manusia. Wal iyadz billah.

Wallahu A’lam bish shawab, untuk sementara pendapat tentang fitnah Duhaima’ yang bermakna ideologi demokrasi sekuler liberal dan perang melawan umat Islam atas nama pemberantasan terorisme barangkali merupakan pendapat yang lebih dekat kepada kebenaran dari pada fitnah televise dan hiburan. Dan sesungguhnya, pemaksaan ideologi demokrasi sekuler liberal sebenarnya juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan fitnah terorisme ini. Karena pemaksaan demokrasi sekuler liberal dengan sendirinya merupakan perang terhadap konsep khilafah dan kewajiban kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah yang hari ini menjadi cita-cita kelompok yang tertuduh sebagai teroris itu. Wallahu A’lam bish shawab.

Keluarnya dajjal di ujung Fitnah Duhaima’?

Berdasarkan riwayat di atas, Dajjal akan keluar untuk yang terakhirnya kalinya di penghujung fitnah Duhaima’ ini. Lalu, jika benar fitnah demokrasi dan perang melawan terorisme merupakan fitnah Duhaima’, dimana korelasinya dengan kemunculan Dajjal dan bagaimana kita dapat mengetahuinya?
Jika melihat dari periodesasi umat Islam yang dimulai dari fase nubuwah, kemudian fase khilafah nabawiyah (khulafaaur rasyidin), kemudian fase mulkan adhud (yang dimulai dari bani Umayyah hingga Turki Utsmani), lalu dilanjutkan dengan mulkan Jabbar (kekuasaan diktator) yang berakhir dengan munculnya ideologi demokrasi, maka fase kemenangan ideologi demokrasi merupakan tanda dekatnya janji Rasulullah saw. akan kemunculan fase khilafah rasyidah nabawiyah ‘alamiyah (dalam skala internasional). Sebab, Rasulullah saw. menyebutkan akan kemunculan khilafah rasyidah ini setelah tumbangnya mulkan jabbar. Dengan kata lain, kehadiran ideologi demokrasi yang menumbangkan mulkan jabbar justru menjadi tanda semakin dekatnya kebangkitan Islam yang ditandai dengan khilafah rasyidah dengan Imam Mahdi sebagai pemimpin tertinggi kaum muslimin.[4]

Kemunculan Imam Mahdi dengan ideologi garis keras dan fundamental yang menginginkan syari’at Islam sebagai satu-satunya aturan hidup manusia, sudah pasti akan meruntuhkan ideologi demokrasi dengan semua turunannya (liberalisme, kapitalisme, sekulerisme dll), dimana hari ini justru paham-paham jahat itu banyak dianut oleh mayoritas negara berpenduduk muslim. Dan untuk hal itu Rasulullah saw. telah memberikan janji akan kembalinya Islam ke setiap rumah yang dilewati oleh siang dan malam. Jika korelasi ini telah menjadi realita, maka jelaslah hubungan kemunculan dajjal dan fitnah duhaima’ ini. Saat ini, setiap kita (dari kelompok manapun) terus berupaya untuk menjadi muslim yang terbaik dan terdekat dengan sunnah Rasulullah saw. tanpa punya ‘hak veto’ untuk memvonis kelompok lain di luar dirinya pasti sesat. Namun, kemunculan Al-Mahdi dengan manhajnya yang paling lurus akan dengan mudah kita menjatuhkan vonis; siapa yang bergabung dan mendukung Al-Mahdi, dialah mukmin sejati dan siapapun yang menolak –dengan alasan apapun- maka dia adalah munafik sejati. Itulah maknasehingga manusia terbagi menjadi dua kemah, kemah keimanan yang tidak mengandung kemunafikan dan kemah kemunafikan yang tidak mengandung keimanan. Jika itu sudah terjadi, maka tunggulah kedatangan Dajjal pada hari itu atau besoknya.[5]

[1] HR. Abu Dawud, Kitabul Fitan no. 4242, Ahmad 2/133, Al-Hakim 4/467, Dishahihkan syaikh Al-Albani dalam Shahih Jami’ Shaghir no. 4194, Silsilah Ahadits Shahihah no. 974.
[2] Diriwayatkan dalam hadits Hudzaifah yang masyhur dalam kitab Bukhari dan Muslim.

[3] Selengkapnya lihat ‘Annul Ma’bud 11/310-311 dan Jaami’ul Ushul 10/25
[4] Dalam hal ini, perlu diskusi panjang tentang ‘apakah mungkin khilafah rasyidah akan terjadi sebelum kemunucalan imam Mahdi’. Karena terbatasnya halaman, hal ini tidak kami kupas. Lebih detilnya lihat: Menanti Kehancuran Amerika dan Eropa – Granada Mediatama-Solo.
[5] Silsilah Ahadits Shahihah no. 974.

Info tambahan:

DARI HADIS  TENTANG DAJAL 
Perlu usaha mengkaji maksud yang tersurat dan tersirat disebalik pesanan Baginda mengenai Dajjal ini.

1. Dajjal itu matanya hijau 
SAHIH- R Bukhari dalam Tarikh dari Ubay ms 73 (2) 

2. Dajjal itu matanya tiada, tertulis di antara kedua (tempat) matanya itu ‘kafir” yang dapat dibaca oleh setiap orang Islam 
SAHIH- R Muslim dari Anas ms 73(2) 

3. Dajjal itu mata kirinya juling, lebat rambutnya, membawa syurga dan neraka, maka nerakanya adalah syurga dan syurganya adalah neraka 

SAHIH- R Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah dari Hudzaifah ms 74(2) 


4. Dajjal itu tidak punya anak, dan tidak memasuki Madinah dan Makkah 
SAHIH- R.Ahmad dari Abu Sa’id ms 74(2) 


5. Dajjal itu akan keluar dari tanah di sebelah timur, yang dinamakan Khurasan, diikuti oleh kaum-kaum yang wajah mereka seakan-akan perisai yang ditempa. 
SAHIH R Tirmidzi dan Hakim dari Abu Bakar ms 74(2) 


6. Dajjal itu dilahirkan ibunya dalam keadaan ia terbuang di kuburnya, maka apabila ia telah melahirkan, orang-orang perempuan mengandung anak-anak berandal 
DAIF- R Thabrani Dari Abu Hurairah ms 74(2) 


7. Sesungguhnya Dajjal hanya keluar kerana satu kemarahannya 
SAHIH- R Ahmad dan Muslim dari Hafsah ms 187(2) 


8. Mahukah kamu aku beritahukan suatu perbicaraan tentang Dajjal yang seorang Nabipun (sebelumku) tidak memberitahukan kepada kaumnya.Ia adalah hilang sebelah mata, dan sesungguhnya ia membawa serta gambar syurga dan neraka, maka yang dikatakan syurga adalah (sebenarnya neraka). Dan sesungguhnya aku memperingatkan kamu sebagaimana Nuh memperingatkan kaumnya 
SAHIH-R Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ms 260(3) 

8. Hendaklah orang-orang benar-benar lari dari Dajjal di gunung-gunung 
SAHIH-R Ahmad, Muslim dan Tirmidzi dari Ummu Syarik ms 499(4) 

9. Sungguh putera Maryam akan membunuh Dajjal di Pintu (kota) Lud 
R. Ahmad dari Mujammi bin Jariyah ms 499(4) 

Semua tu merujuk dari koleksi Hadis Oleh Al Imam Jajajuddin AbdurRahman Ibn Bakr As Suyuthi Terjemahan Saifulrahman M.A.. whuahualam… moga kita sampai menyampaikan ingat mengingatkan…

Filed under: alMahdi, dajjal, Demokrasi, Fitnah Dajjal

>Pengibar Bendera Hitam alMahdi

>

Ashabu Rayati Suud, Generasi Akhir Thaifah Mansurah


Generasi Thaifah Manshurah yang Dijanjikan Kemunculannya di Akhir Zaman
Thaifah Manshurah, Senantiasa ada hingga kiamat
Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan konskuen, memperjuangkan tegaknya syariat Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir maupun kaum munafik dan murtadin.
Kelompok Islam ini disebut ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah saw beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.
Hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah diriwayatkan banyak jalur dari sembilan belas (19) shahabat. Menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah telah mencapai derajat mutawatir.
Kelompok umat Islam ini adalah kelompok elit umat Islam. Mereka adalah sekelompok kecil kaum ‘fundamentalis Islam’, di tengah kelompok umat Islam yang telah mulai lalai dari kewajiban berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka adalah ‘muslim-muslim militan’ yang sangat dikhawatirkan oleh AS dan Barat akan mengancam kepentingan mereka. Rasulullah saw menamakan kelompok ini sebagai ath-thaifah al-manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan. Penamaan ini merupakan sebuah janji kemenangan bagi kelompok ini, baik dalam waktu yang cepat maupun lambat, baik kemenangan materi maupun spiritual.
Di antara hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah tersebut adalah sebagai berikut:
Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu .”[1]
Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka tetap konsisten seperti itu.”[2]
Ashabu Rayati Suud, Generasi Akhir Thaifah Mansurah yang dijanjikan
Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.”[3]
Riwayat tersebut menjelaskan bahwa di akhir zaman, kelompok Thaifah Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al-Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal adalah salah satu yang akan dikalahkan oleh kelompok ini. Parameter kebenaran saat itulah adalah mereka yang bersama Al-Mahdi, sedang mereka yang menolak Al-Mahdi adalah munafik (hal itu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits fitnah duhaima’). Sedangkan kelompok Thaifah Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al-Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud (Pasukan Panji Hitam dari Khurasan).
Benar, membicarakan kemunculan Al-Mahdi tidak bisa terlepas dari membicarakan satu kelompok manusia yang menamakan dirinya sebagai pasukan panji hitam (Ashhabu Rayati Suud / The Black Banner). Kelompok ini memiliki beberapa ciri khusus yang akan lebih memudahkan bagi seseorang untuk mengenalinya. Meskipun demikian, tidak mudah bagi seseorang untuk menjustifikasi kelompok tertentu bahwa mereka adalah Ashhabu Rayati Suud. Sebab ciri-ciri tersebut juga banyak dimiliki oleh banyak manusia dan kelompok, sedang riwayat yang menunjukkan asal keberadaan mereka (Khurasan) merupakan sebuah wilayah luas yang dihuni oleh banyak manusia.
Siapakah sebenarnya Ashahbu Rayati Suud yang kelak menjadi pendukung Al Mahdi ? Benarkah riwayat yang membicarakan kemunculan kelompok ini ?
Ada beberapa riwayat yang menjelaskan keberadaan kelompok ini, di antaranya adalah sebagai berikut
      “Akan keluar sebuah kaum dari arah Timur, mereka akan memudahkan kekuasaan bagi Al Mahdi.”
      “Dari Khurasan akan keluar beberapa bendera hitam, tak sesuatupun bisa menahannya sampai akhirnya bendera-bendera itu ditegakkan di Iliya (Baitul Maqdis).”
      “Akan keluar manusia dari Timur yang akan memudahkan jalan kekuasaan bagi Al ‘ Mahdi.”
Namun riwayat-riwayat tersebut memiliki cacat dari sisi sanad dan periwayatannya. Sedangkan riwayat tentang Ashhabu Rayati Suud yang sampai pada derajat hasan adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban :
“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.[4]
Riwayat tersebut tidak banyak menjelaskan ciri-ciri fisik tertentu secara detil sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat lainnya. Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.
Zaman Kemunculan Ashabu Rayati Suud
Berdasar riwayat Tsauban di atas, kemunculan Ashhabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al-Mahdi. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan sekejab, sim salabim. Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kecamuk perang dan debu-debu mesiu. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktivitas mereka sebelum kemunculan Al-Mahdi adalah perang dan pembunuhan, hal yang menjadi ciri khas thaifah manshurah di akhir zaman.
Riwayat Tsauban di atas juga mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud dari Khurasan ini terjadi di saat kematian seorang raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah.
Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi kondisi itu akan segera menjadi realita demi melihat apa yang saat ini terjadi di Saudi. Adalah Tony Khater[5], seorang analis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu memunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Abdullah, pemerintahan Pangeran Nayef, pemerintahan Pangeran Sultan, dan pemerintahan Pangeran Salman. Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang telah berusia 80 tahun naik menjadi raja, maka di bawahnya terdapat tiga pangeran dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Pangeran Nayef, Pangeran Sultan, dan Pangeran Salman.
Jika ini kelak terjadi, akankah ia menjadi tanda kemunculan Al-Mahdi dan menjadi tanda keluarnya Ashabu Rayati Suud? Lalu siapakah kelompok yang layak untuk disebut sebagai Ashabu rayati Suud, kelompok Thaifah Manshurah akhir zaman yang dijanjikan?
Ashabu Rayati Suud akan muncul dari timur Khurasan, benarkah mereka Thaliban dan Al-Qaeda ?
Kemunculan salah satu tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq dll) yang dikenal dengan Thaliban dan Al-Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashhabu Rayati Suud yang dijanjikan? Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan muslim yang paling ditakuti oleh barat karena kehebatan tempur mereka, juga karena cita-cita mereka yang radikal; mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. Mereka adalah muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa Rasulullah saw. Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya; beriman, hijrah, perang, mendirikan daulah Islam, melaksanakan semua kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional, mendapat ujian paling berat dan menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitas hidup mereka.
Beberapa analis pemerhati hadits-hadits fitnah menduga; bahwa merekalah yang lebih layak untuk menyandang gelar kehormatan itu sesuai dengan beratnya ujian keimanan yang mereka hadapi.
Dalm hal ini, terlepas dari tepat atau melesetnya dugaan-dugaan tersebut, ada hal lain yang lebih penting untuk dipahami oleh seorang muslim berkaitan dengan dua kelompok fundamental ini. Setiap muslim hendaknya berhati-hati untuk tidak menjatuhkan vonis tertentu pada kelompok-kelompok yang secara lahir memiliki stigma dan citra negatif dari musuh-musuh Islam –bahkan dari kalangan umat Islam sendiri- bahwa hal itu bukan berarti keadaan mereka adalah sebagaimana tuduhan itu. Merupakan sunnatullah bahwa musuh-musuh Islam dari bangsa barat memiliki dendam dan kebencian kepada setiap muslim yang memegang teguh agama mereka. Dalam hal ini, kelompok Thaliban dan Al-Qaeda yang sangat komitmen menegakkan semua bentuk syari’at Islam dalam masyarakatnya sangat wajar bila dibenci oleh bangsa Barat. Termasuk sebagian kaum muslimin yang termakan oleh isu dan propaganda bangsa barat tentang “kekejian dan kejahatan” Thaliban terhadap manusia.
Tanpa bermaksud memastikan apakah Thaliban merupakan termasuk kelompok Ashhabu Rayatis Suud, yang pasti bahwa memberikan tuduhan jahat dan keji yang belum tentu demikian kenyataannya merupakan kejahatan tersendiri. Sementara mendoakan mereka, mengharapkan mereka untuk membela umat Islam, mengusir musuh-musuh Islam dan menegakkan syari’at di muka bumi merupakan sikap yang baik.
Namun demikian – terlepas bahwa Thaliban dan Al-Qaeda memiliki ciri-ciri yang banyak keserupaannya dengan kelompok Ashabu Rayati Suud – yang jelas memastikan secara haqqul yakin bahwa mereka adalah Ashabu Rayati Suud termasuk sikap tergesa-gesa. Namun, mudah-mudahan tidak salah jika kita berharap, semoga mereka itulah kelompok yang dimaksudkan. Amiin.
Wallahu a’lam bish shawab.
[1]HR. Muslim: Kitabul Imarah no. 3544 dan Tirmidzi: Kitabul fitan no. 2155
[2]HR. Muslim: Kitabul imarah no. 3550.
[3]. HR. Abu Daud: Kitab al-jihad no. 2125, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1959.
[4] Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi 2: 1467: Mustadrak Al-Hakim 4: 463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” (An-Nihayah fit Firan 1:29 dengan tahqiq DR. Thana Zaini).
[5] Pada situs Saudipolitics.com, 1 Januari 2004, Tony Khater, THE UNITED STATES AS UNWANTED BROKER IN ROYAL SECESSION; IT WANTS BANDAR BIN SULTAN AS CROWN PRINCE”

Filed under: alMahdi, Bendera Hitam, Khurasan, Kiamat, Pemuda Bani Tamim

Pemuda Bani Tamim ** PENGUASA dari TIMUR


(Pasukan Panji Hitam)


Isa777_musa on 

SIAPAKAH THE MAN FROM THE EAST 

Assalamualaikum, Di sini saya ingin menghuraikan berkenaan perkara-perkara yang disebut oleh Nostradamus berdasarkan hadis, sekaligus membuktikan terdapat “mala-fide” Yahudi dalam konspirasi mengelirukan umat Islam. 
1. Akan muncul A New World Religion.Kemunculan satu kuasa baru dunia berteraskan agama telah disebut secara nyata oleh Rasulullah SAW di dalam beberapa hadis. Di antaranya:Sabda Rasulullah SAW:”Sesungguhnya Allah akan membangkitkan bagi umat ini (Islam) pada awal setiap seratus tahun seorang mujaddid yang bakal membaharu (menghidupkan) urusan agamanya.” (Riwayat Abu Daud, Al Hakim, Al Baihaqi, Al Iraqi, Ibnu Hajar Al Asqalani) Imam As Sayuti berkata: Para penghafal hadis sepakat mengatakan hadis ini sahih)Kita kini berada di awal kurun Hijrah ke-15, iaitu 1420 Hijrah. Mengikut tafsiran ulama, yang dikatakan awal kurun itu ialah 1/4 yang pertama. Ertinya kita kini berada di awal kurun. 
Sebagaimana janji Allah melalui lidah Rasulullah SAW ini, pastilah akan lahir seorang pemimpin yang akan menghidupkan syiar serta perjuangan Islam di zaman ini.Berbetulan pula kini kita melangkah ke alaf ke-3 Masehi dan berada di awal tahun 2000.Dalam sebuah hadis yang lain, bersabda Rasulullah SAW: “Telah berlaku zaman kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlakulah zaman kekhalifahan (Khulafa’-ur-Rasyidin) yang berjalan seperti zaman kenabian. Maka berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki.Kemudian Allah mengangkatnya lalu berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (zaman fitnah). 
Berlakulah zaman itu seperti yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya pula. Kemudian berlakulah zaman penindasan dan penzaliman (zaman pemerintahan diktator) dan kemudian berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlakulah pula zaman kekhalifahan (zaman Al Mahdi dan Isa a.s) yang berjalan di atas cara hidup zaman kenabian. Kemudian baginda diam.” (Riwayat Ahmad)Secara umum apabila kita meneliti sejarah, zaman kenabian, zaman Khulafa’-ur-Rasyidin, zaman fitnah (pemerintah telah rosak sedang rakyat masih baik), zaman diktator (penjajahan Yahudi dan Nasrani) dan kini adalah giliran zaman seperti zaman kenabian itu berulang semula. Inilah yang dimaksudkan sebagai A New World Religion oleh Nostradamus. 
2. Dipimpin oleh seorang yang dikenali dengan panggilan The Man from The East. Kebangkitan yang dimaksudkan itu akan dipimpin oleh seorang pemimpin dari Timur sebagai pencetusnya. Di dalam beberapa hadis disebutkan berkenaan pemimpin dari Timur itu:
1.Daripada Ibnu Umar, bahawa Rasulullah SAW sambil memegang tangan Sayidina Ali; baginda berkata: “Akan keluar dari sulbi ini seorang pemuda yang memenuhi bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu menyakini demikian itu hendaklah bersama Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.” (Hadis riwayat At Tabrani) 
2. Dari Tsauban r.a dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, akan datang Panji-Panji Hitam (kekuasaan) dari sebelah Timur, seolah-olah hati mereka (pendukung-pendukung) umpama kepingan-kepingan besi (jiwa berani). Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbai’ahlah kepada mereka sekalipun merangkak di atas salji. (Dikeluarkan oleh Al Hafiz Abu Naim) 
3. Dia muncul dari negeri yang terletak di pertemuan tiga buah laut. Negara Timur tempat perjuangan pemimpin tersebut terletak di pertemuan tiga buah laut. Siapa sahaja yang merasakan kedudukan mereka terancam akan membuat kajian dan menyusun strategi untuk menyelamatkan diri. Sementelahan pula Yahudi dan Nasrani yang telah tahu tentang kebangkitan Islam di akhir zaman.Memang Timur itu tidak ditentukan di manakah negaranya melalui hadis. Ini adalah kajian pihak musuh, akhirnya mereka berpendapat negara tersebut terletak dalam lingkungan tiga buah laut di sebelah Timur. Mereka mencari negeri yang ada sifat demikian dan di negeri-negeri berkenaan, mereka menjalankan ‘kerja-kerja kotor’ iaitu cuba memadamkan kalimah Ilahi dengan pelbagai cara.
Dengan berbuat demikian, mereka berharap dapat menghalang kebangkitan Islam buat kali kedua dari kawasan yang telah disebutkan itu. Sebab itulah wilayah-wilayah di Indonesia sejak dahulu lagi menjadi sasaran utama mereka kerana mereka yakin dari sanalah akan bangkitnya “The Man from The East” itu.Selain itu, mereka turut membina pangkalan (pusat operasi) di sebelah sini iaitu di Filipina dan Singapura. Filipina adalah pusat operasi bagi kaum Nasrani manakala Singapura pula adalah pusat operasi bagi Zionis Yahudi.
Dari kedua-dua tempat itulah mereka memantau seluruh Asia Tenggara ini, terutamanya Indonesia kerana dipercayai oleh mereka Pemuda Bani Tamim itu berasal dan berkembang di Indonesia.Itulah bukti kukuh kepercayaan para pendeta Yahudi dan Nasrani terhadap kemunculan Pemuda Bani Tamim dan Imam Mahdi itu serta kawasan di mana mereka berdua akan dibangkitkan. Namun, atas sebab-sebab permusuhan yang sangat kuat, setiap pergerakan mereka ini dibuat atas nama perniagaan, hubungan politik, ekonomi, pertahanan, ketenteraan dan sebagainya sehingga tidak kelihatan niat sebenar mereka ke atas umat Islam di kawasan ini. 
Di samping itu, mereka juga sangat kuat menyimpan niat sebenar mereka sehingga tidak pernah dapat diketahui oleh mana-mana umat Islam di kawasan ini sejak dahulu hingga ke hari ini. Perkara-perkara ini hanya dapat diketahui melalui pendedahan oleh para sarjana dan cendekiawan mereka sendiri melalui penerbitan-penerbitan mereka sendiri sahaja. Begitu bijaknya mereka beroperasi. Boleh jadi juga negara tersebut ialah Tanah Melayu yang telah menjadi Malaysia kini. Pada peringkaat awal, pihak musuh lebih beranggapan Indonesialah tempat yang dimaksudkan. maka mereka berjuang silih berganti menjajah Indonesia, menyebarkan ajaran Kristian dan cara hidup Yahudi di sana. Mereka terlupa dalam keghairahan itu, sebuah negara yang juga terletak di antara tiga laut, Laut China Selatan, Laut Sulu dan Lautan Hindi. 
Indonesia adalah kepulauan, oleh itu ia sudah tentu dikelilingi oleh laut, sedangkan Malaysia (khususnya semenanjung) hanya di lingkungi tiga penjuru. Di Utaranya tiada laut (tanah besar Thailand).Umat Islam tidak boleh memandang remeh tentang perkara ini. Kajian pihak musuh bukan kajian yang main-main kerana mereka berjuang antara hidup dan mati.Jika dilihat di segi mercup suburnya Islam berbanding negara-negara Timur yang lain, Malaysialah yang terkehadapan. Walaupun masih amat banyak kelemahan, itulah yang paling kuat keIslamannya. Bukan diihat di sudut kuantiti penduduk tetapi di sudut kualiti penghayatan.
Di sudut bangsa pula, bangsa Melayu adalah bangsa yang belum pernah menguasai dunia berbanding bangsa-bangsa lain. Mungkin ini peluang untuk bangsa Melayu. Sudah tentu pula pemimpin yang dimaksudkan itu tidak hanya berjuang dalam lingkungan tempatan, kedaerahan atau kenegaraan semata-mata. Perjuangannya adalah perjuangan global yang menjadikan tanah airnya sebagai tapak globalisasi Islami. Mana tahu kalau-kalau pemimpin itu telah ada. Bahkan pasti ada jika merujuk kepada hadis, kita kini berada hampir di penghujung awal kurun. Mungkin beliau sedang berjuang tetapi tidak disedari oleh musuh-musuh, atau dianggap remeh oleh musuh. Begitulah apabila Allah mahu mengalahkan musuhNya. 
4. Kemunculannya menggemparkan Timur dan Barat. Semua manusia di seluruh dunia akan terkejut besar dengan perlantikannya sebagai pemimpin manusia di Timur. Pernyataan ini disebutkan oleh Nostradamus dengan tegas dalam buku ramalannya.Ketika itu, kebanyakan urusan perniagaan akan terhenti atau lumpuh seketika sebelum pulih di negara-negara lain. Di negara tempat beliau zahir itu, ekonominya akan lumpuh terus dan hapus lalu beliau gantikan dengan sistem ekonomi Islam yang lebih adil dan sangat stabil.Sistem ekonomi Islam yang beliau lagang nanti akan turut menggemparkan seluruh ahli ekonomi dan tokoh perniagaan yang pakar-pakar di seluruh dunia. Sistem ekonomi Islam beliau menyebabkan sistem kapitalis, sosialis dan sebagainya itu akan hancur, lumpuh dan tidak bermaya. Akhirnya, sistem ekonomi Islam yang beliau lagang itu nantilah yang akan berkembang pesat dan meruntuhkan seluruh sistem ekonomi yang sedia ada di dunia. Perkara ini termasuk dalam sifat keadilan yang dibawa oleh pemimpin tersebut. 
Kedatangannya memenuhi dunia dengan keadilan sepertimana sebelum ini dipenuhi oleh kezaliman.Dari Ibnu Mas’ud RA, katanya, “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihatkan mereka, maka kedua-dua mata baginda SAW dilinangi air mata dan wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, “Mengapakah kami melihat pada wajah Tuan sesuatu yang tidak kami sukai?” Baginda menjawab, “Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari Timur yang membawa bersama-sama mereka Panji-panji Hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya, maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sehinggalah mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan seperti bumi ini dipenuhi dengan kedurjanaan sebelumnya. Sesiapa yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka, walaupun terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah al-Mahdi.” (Riwayat Ibnu Majah) 
Keadilan yang ditegakkan itu secara menyeluruh meliputi setiap aspek samada politik, ekonomi, pendidikan dan lain-lain.Sabda Nabi SAW,”Akan keluar dari sulbi ini (Sayidina Ali KW) seorang pemuda yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan. Maka apabilakamu meyakini yang demikian itu, hendaklah kamu turut menyertai Pemuda Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelahTimur dan dialah pemegang panji-panji al-Mahdi.” (Riwayat At-Tabrani) 
5. Ketika muncul, dia memakai serban biru (The Blue Turban). Oleh kerana pemimpin tersebut adalah seorang pejuang Islam yang amat cinta kepada Rasulullah SAW, pastilah segala sunnah Rasul itu diperjuangkannya. Tidak mungkin seorang pejuang Islam tidak berserban seperti Rasulullah SAW. Walaupun ketika ini, amalan sunnah seperti berserban itu telah dimomok-momokkan oleh orang.Disebutkan tentang warna serban, sebenarnya banyak hadis menyebut tentang serban pemimpin ini, samada secara khusus ataupun secara umum (merangkumi pengikut-pengikutnya). Khususnya di dalam kitab Jamiussoghir karangan Imam As Sayuti. 
Ketika kemunculannya hanya dia seorang yang memakai serban berwarna biru di dunia ini. Mungkin serban biru itu tidak selalu dipakainya, cuma sekali-sekala sahaja. Namun begitu, ini sudah cukup menjadi bukti bahawa hanya beliau seorang yang sanggup memakai serban biru. Ulama lain ketika itu, terutamanya ulama fiqh, sudah tidak sanggup lagi meletakkan serban di atas kepala sebagai pakaian harian, apatah lagi untuk memakai serban yang berwarna biru atau hijau. 
Berat pula pernyataan dari Nostradamus ini merujuk kepada pemakaian serban berwarna biru ketika zahirnya Pemuda Bani Tamim ini dengan mendapat kekuasaan di dunia sebelah Timur itu. Maknanya, serban warna biru itu dipakainya ketika beliau mula-mula mendapat kuasa di negeri sebelah Timur dan mula-mula diberikan baiah oleh sekalian manusia. Mungkin begitulah yang dimaksudkan serban biru oleh Nostradamus. 
6. Dia merayakan hari Khamis sebagai hari istimewa bagi dirinya. Ini suatu yang tidak lazim bagi kebanyakan umat Islam ketika itu, di seluruh dunia termasuk oleh para ulamanya. Maksudnya di sini ialah, hari Khamis malam Jumaat. Malam yang lazimnya orang-orang Islam membaca Surah Yasin selepas sembahyang Maghrib di masjid, di surau atau di rumah. Beliau menjadikannya istimewa kerana pada malam Jumaat itulah beliau akan membanyakkan zikir, doa dan sebagainya seolah-olah orang yang menyambut malam raya. Mungkin maksudnya beliau menjadikan malam Jumaat itu sebagai masa untuk membaca selawat dan mengamalkan zikrullah sehingga jadilah malam Jumaat itu sebagai sangat istimewa bagi dirinya. Dan memang pun begitu keadaannya bagi para solihin dan wali-wali sejak zaman para sahabat lagi, hinggalah zaman salafus soleh dan diteruskan hingga kini, mereka menjadikan hari Khamis malam Jumaat sebagai suatu hari raya dan malam berpesta-pesta amal dan taqarrub kepada Allah. Pesta seperti ini hanya mampu dilakukan oleh para wali Allah dan orang-orang soleh sahaja.Mereka menyambutnya dengan penuh kegembiraan, semangat baru dan azam baru untuk melipatgandakan amal ibadat kepada Allah. 
Itulah maksud sebenar yang dikatakan oleh tokoh peramal Barat yang terkenal, Nostradamus, dengan kenyataan bahawa, beliau menjadikan hari Khamis sebagai hari istimewa bagi dirinya.Maksudnya di sini juga, umat Islam ketika itu sudah semakin jauh meninggalkan ajaran agamanya sendiri, sehinggakan hari Khamis malam Jumaat yang mulia itupun sudah dianggap tidak berbeza langsung daripada hari-hari dan malam-malam lainnya. Tahun yang disebut iaitu tahun Masehi 2000 telah tiba. 
Sebagai orang yang beriman dengan hadis sepatutnya kita peka dengan perkara ini. Di mana, di saat ini pihak musuh Islam lebih-lebih lagi peka, maklumlah mereka dijanjikan untuk menerima kekalahan. Sedangkan bagi umat Islam, telah dijanjikan kemenangan. Hanya yang perlu, penuhi jiwa dengan iman dan taqwa, serta berusahalah untuk mendapatkan pimpinan dari pemimpin yang dimaksudkan itu.Sabda Nabi SAW,”Akan datang Panji-panji Hitam dari Timur, seolah-olah hati mereka adalah kepingan-kepingan besi. Sesiapa yang mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka, sekalipun terpaksa merangkak di atas salji.”(Riwayat Al-Hafiz Abu Naim)
Pemuda Bani Tamim

Bismillahir Rahmanir Raheem
Bacalah ini dengan iman yang sebenar!
(Artikel ini pernah disiarkan di dalam beberapa media bercetak dan eletronik yang lain. Ianya disiarkan lagi di web ini sebagai ulangan bagi mereka yang tidak berkesempatan membacanya)
Pemuda Bani Tamim Dari Rembau
Cerita mengenai Pemuda Bani Tamim di Malaysia dipopularkan oleh para pengikut jamaah al-Arqam. Mereka beriktiqad bahawa Syeikh Suhaimi, pengasas Aurad Muhammadiyah adalah Imam al-Mahdi. Mereka juga meyakin bahawa al-Mahdi tersebut akan dibantu oleh seorang pemuda dari Bani Tamim. Pemuda Bani Tamim adalah satu individu yang merujuk kepada riwayat-riwayat yang mengatakan bahawa Imam al-Mahdi akan dibantu oleh seorng pemuda berketurunan Tamim yang bernama Syuib bin Salih. Walau bagaimanapun riwayat-riwayat tersebut bukanlah riwayat yang masyhur di kalangan para ulama muktabar ketika membicarakan persoalan al-Mahdi.
Menurut Ashaari Muhammad, pengasas jamaah Darul Arqam ataupun al-Arqam, pemuda tersebut adalah dirinya sendiri. Para pengikut beliau pula meyakini juga bahawa Abuya mereka, Ashaari bin Muhammad adalah pemuda tersebut. Menurut mereka juga, Ashaari selaku pembantu Bani Tamim akan dibantu oleh Asoib, iaitu pengikut-pengikutnya dari kalangan ahli jamaah al-Arqam. Hal berkaitan pemuda Bani Tamim ini telah banyak mereka bincangkan semenjak tahun 1992 lagi. (Lihat: Ann Wan Seng, Rahsia al-Arqam, KL: PTS Publication, hal. 84-86)
Antara buku-buku yang bercerita mengenainya ialah buku “Timur dan Khurasan dalam jadual Allah” tulisan Pahrol Mohamad Juoi, buku “Pemuda Bani Tamim Perintis Jalan Imam Mahdi” tulisan Abu Muhammad Atta, buku “Malaysia Daulah Pemuda Bani Tamim” tulisan Dr Ahmad Fauzi Abdul Hamid, dan buku “Dakwah Islam dalam Perspektif Ashaari Muhammad” oleh Dr. A. Tasman Ya’cub.
Selepas jamaah al-Arqam diharamkan pada tahun 1994, ramai yang menyangkakan doktrin ini akan terus hilang. Malangnya, walaupun ianya diharamkan di Malaysia, namun di luar negara, para pengikut al-Arqam terus aktif bergerak dan menjalankan aktiviti mereka. Di dalam negara pula, mereka telah bermetamorfosis menjadi Rufaqa. Dengan lebih 500 cawangan di seluruh negara sehingga tahun 2005, Rufaqa meneruskan semula perjuangan al-Arqam. (Lihat: Ashaari Muhammad, Nasihat buatmu bekas kawan-kawan lamaku, hal. 68).
Buku-buku yang dihasilkan selepas pengharaman al-Arqam dengan jelas menunjukkan perkara tersebut. Segala riwayat-riwayat yang berkaitan dengan “Pemuda Bani Tamim” telah cuba diserasikan oleh para pengikut al-Arqam dan kemudiannya Rufaqa dengan Ashaari. Ashaari mengganggap ianya sebagai ijtihad beliau, dan inilah hujah yang diguna pakai oleh para pengikut mereka. Perbincangan lanjut mengenai isu ini telah dikupas dengan baik oleh Dr Abdul Rahman Abdullah di dalam bukunya, “Gerakan Tradisional Islam Di Malaysia: Sejarah Pemikiran Jamaat Tabligh Dan Darul Arqam”, terbitan Karisma Publication, dari halaman 117 sehingga 121.
Kesimpulannya, bagi para pengikut al-Arqam dan juga Rufaqa meyakini bahawa Pemuda Bani Tamim yang akan muncul membantu Imam al-Mahdi adalah Ashaari Muhammad yang dilahirkan di Rembau Negeri Sembilan pada tahun 1938. Mereka juga percaya bahawa, Ashaarilah yang akan membantu Imam al-Mahdi iaitu Syeikh Suhaimi untuk menguasai dunia. Mereka juga percaya, bahawa mereka adalah tentera-tentera al-Mahdi.
Pemuda Bani Tamim dari Tehran
Sepertimana lain-lain kumpulan berteraskan aqidah “Masionic” (menantikan penyelamat atau Messiah), Syiah juga tidak ketinggalan mempunyai iktiqad berkaitan pemuda Bani Tamim. Antara teras aqidah Syiah Imamiyah ialah kedatangan Imam al-Mahdi. Imam ke-12 (Muhammad bin Hassan al-Askari) menurut aqidah Syiah itu akan muncul menjelang akhir zaman untuk mendaulatkan Islam selepas beliau menghilangkan diri berkurun-kurun lamanya. Imam al-Mahdi juga menurut kepercayaan Syiah akan membawa kebahagiaan kepada manusia sedunia (al-Syahrastani, al-Milal wa al-Nihal, hal. 165).
Menurut aqidah Syiah, Imam al-Mahdi yang akan muncul itu akan dibantu oleh Syuib bin Saleh, atau juga yang dikenali sebagai pemuda Bani Tamim. Di dalam buku al-Syiah wa al-Raj’ah, kaum Syiah ada meriwayat kata-kata Ammar bin Yasir yang mengatakan : “Syuib bin Salih akan bersama panji al-Mahdi”. (di dalam “al-Syiah wa al-Raj’ah, j. 1, hal. 211″, rujuk:http://www.wahamb.spaces.lives.com).
Di dalam riwayat yang lain pula, ada disebutkan: “Yang akan mengetuai tentera al-Mahdi adalah pemuda dari (Bani) Tamim, (beliau) berjanggut jarang dan dipanggil sebagai Syuib bin Salih”. (Lihat Ibn Hammad, al-Fitan)
Menurut riwayat-riwayat yang menceritakan sifat-sifat Syuib bin Salih, ialah: Beliau adalah seorang pemuda yang berkulit sawo matang, berbadan kurus, janggutnya jarang, pemimpin tentera, seorang yang tegas, seorang tentera yang berpengalaman, dan juga beliau berasal dari al-Ray (Iran).
Ciri-ciri tersebut menurut sesetengah golongan Syiah, terdapat pada Ahmadi Nejad ataupun “Ahmadi Nazod”, presiden Iran sekarang. Berdasarkan fakta ini, seorang ulama Syiah, Syeikh Misbah al-Yazdi, yang juga merupakan penasihat spritual kepada Ahmadi Nejad telah menegaskan bahawa Ahmadi Nejad merupakan Syuib bin Salih atau pemuda Bani Tamim tersebut. Beliau telah mengatakan perkara tersebut di dalam akhbar berbahasa Arab, al-Syarq al-Awsat bertarikh 13 November 2005.
Kenyataan beliau dikuatkan lagi dengan jolokan yang diberikan rakyat Iran kepada Ahmadi Nejad. Beliau digelar sebagai “Mard Dimyar” atau “Mard Soleh” yang bermaksud “Pemuda yang salih”. Beliau yang disayangi rakyat juga digelar sebagai “Notijat Sya’bi Salih” yang bermaksud “Syuib bin Salih”. Hal ini telah disentuh oleh seorang penulis Syiah dari Lubnan Syadi al-Faqeh di dalam bukunya, “Ahmadi Nejad Wa al-Thawrah al-Alamiyyah al-Muqbilah” (hal. 75-76).
Sepertimana gurunya, Ahmadi Nejad juga meyakini bahawa umat Islam sedunia sekarang berada di ambang kemunculan Imam al-Mahdi yang mereka nanti-nantikan. Pelbagai ramalan dan tilikan telah dilakukan oleh para ulama Syiah sekarang demi memadankan riwayat-riwayat dari imam-imam mereka tentang al-Mahdi dan peristiwa di zaman kemunculannya agar serasi dengan zaman sekarang. Sepertimana al-Aqam, Syiah yang lebih luas pengaruhnya di serata dunia juga turut mengakui bahawa merekalah tentera al-Mahdi. Peperangan Hizbullah-”Israel”, nuklear Iran dan juga ancaman dari AS dianggap sebagai mukadimah kepada kemunculan al-Mahdi. Kesimpulannya, Syiah juga turut mencalonkan Ahmadi Nejad untuk mengisikan kekosongan jawatan Syuib bin Salih, pemuda Bani Tamim.
Siapakah sebenarnya Pemuda Bani Tamim?
Persoalannya kini, siapakah sebenarnya pemuda Bani Tamim? Adakah beliau seorang Melayu yang dilahirkan di Negeri Sembilan? Ataupun dia seorang pemimpin negara yang berasal dari Ardibil, Iran?
Seperkara yang menarik mengenai kedua-dua calon Pemuda Bani Tamim tersebut ialah kedua-duanya bukanlah orang Arab dan bukanlah berasal dari Bani Tamim. Apa yang menarik juga ialah, kedua-dua calon berkenaan mempunyai Imam Mahdi yang berbeza. Seorang menantikan Imam Mahdi yang berasal dari Indonesia, manakala seorang lagi menantikan Imam Mahdi yang akan muncul dari Sirdabnya di Iraq. Lebih malang lagi nasib buat jawatan Imam al-Mahdi, bukan hanya dua orang calon dari Indonesia dan Iraq itu sahaja yang ada, malah ribuan calon al-Mahdi lain, sejak dari dulu, kini dan masa akan datang bersedia untuk mengisikan kekosongan jawatan tersebut. 
Setiap tarekat Sufi mempunyai calon masing-masing, setiap firaq (kumpulan) Syiah mempunyai calon mereka yang tersendiri, dan setiap kumpulan ajaran-ajaran sesat yang lain juga mempunyai calon mereka yang tersendiri. Ini bermaksud, jawatan Pmuda Bani Tamim juga bukanlah hanya milik kedua-dua calon dari Malaysia dan Iran. Ribuan lagi para penanti al-Mahdi yang bersedia untuk dinobatkan sebagai “Pemuda Bani Tamim”.
Tidakkah kita belajar dari pengalaman-pengalaman yang lepas. Bukankah ajaran-ajaran sesat dan agama-agama baru banyak yang muncul akibat Mahdi-Mahdi yang pernah muncul. Di kalangan Syiah sendiri pun, ajaran Bahaiyyah, Nusayriyah dan lain-lain lagi merupakan produk kemunculan Mahdi di zaman-zaman lampau dari kelompok mereka. Begitu juga halnya dengan ajaran-ajaran sesat lain yang turut timbul dari kumpulan-kumpulan sufi yang telah disesatkan oleh Mahdi-Mahdi mereka.
Persoalannya, apakah riwayat mengenai al-Mahdi dan Pemuda Bani Tamim benar-benar kuat dan qat’iyy? Kita serahkan kepada pakar-pakar hadith untuk meneruskan perbincangan seterusnya.
KOMEN DAN PENDAPAT :
Mungkinkah Pemuda Bani Tamin dan The Man From The East telah muncul?
PANJI HITAM DARI TIMUR
Black Flag From The East
(24 Ogos 2007 : 11 Syaaban 1428)
Semua sudah ketentuan Ilahi,
Sebuah tamadun bangkit kembali,
Mengibar gagah sebuah panji,
Berjuang tekad menagih janji,
Telah dilafaz oleh Baginda,
Dalam hadis berabad lamanya,
Bagai kepingan besi waja,
Datangnya langsung tidak diduga,
Setiap detik seratus tahun,
Pasti datang seorang pembangun,
Meletak Islam di tempat teragung,
Silaturrahim hati terdorong,
Panji Hitam Dari Timurr,
Berkibar setelah Islam hancur,
Setelah iman mula gugur,
Taqwa tersemai hancur lebur,
Panji Hitam Dari Timur,
Dirintis oleh seorang pemuda,
Yang tetap sedia dan taat setia,
Pada Raden, Sultan dan bangsa,
Pada tanah air tercinta,
Panji Hitam Dari Timur,
Akan berkibar ke serata dunia,
Menghapus sistem ciptaan manusia,
Diganti dengan sistem Yang Esa,
Rahmat melimpah tidak terduga,
Panji Hitam Dari Timur,
Akan diserah kepada Al-Mahdi,
Penguasa timur dan barat sejati,
Pemimpin yang telah lama dinanti,
Nabi Isa kan muncul kembali,
Janji Tuhan pasti terjadi…
Janji Tuhan pasti terjadi…
Janji Tuhan pasti terjadi…
By : The Man From The East (Klang)
PEMUDA BANI TAMIN
Dunia sedang berhadapan dengan alaf baru,
Tahun 2000 yang ditunggu-tunggu,
Setiap bangsa menunggu alaf itu,
Terutama Islan, Kristien, Yahudi, Buddha dan Hindu,
Zaman itu dikatakan zaman cemerlang, gemilang hidup senang dan harmoni,
Setiap bangsa atau agama menganggap masa itu bangsanyalah yang memimpin dunia,
Seorang tokoh dikalangan mereka punya kuasa membela mereka,
Ada juga orang yang berkata alaf itu pemimpin yang baik akan berkuasa,
Mereka tidak menetapkan orangnya,
Baik sesiapa atau dari mereka,
Tidak kurang juga dikalangan bukan Islam meramalkan ini giliran Islam,
Seorang tokoh bukan ahli politik tapi ahli agama meneraju dunia,
Mereka tidak prejudis bahkan sama2 menunggu dengan gembira,
Sebahagian kecil umat Islam memang percaya,
Seorang ulama akan berkuasa,
Membawa kasih sayang, keamanan, kemakmuran dan keharmonian,
Tapi malangnya ramai dikalangan umat Islam alaf yang aan datang mereka tidak mempedulikannya,
Mereka sibuk berjuang melalui politik,
Memacak bendera memeriahkan suasana,
Mereka yakin ditangan merekalah,
Akan berlaku perubahan itu,
Padahal kepada umat Islam ada panduan,
Nabi melalui sabdanya ada membawa berita,
Bahawa di awal kurun hijri yang ini,
Islam bangkit dari sebelah timur,
Yang dirintis oleh seorang mujadid,
Pemuda Bani Tamin gelarannya,
Selepas ini akan disambung oleh Imamul Mahadi buat menyempurnakan,
Sepatutnya diwaktu ini umat Islam telah mencari pemuda itu dan jamaahnya,
Ini bukan jamaah politik,
Tapi jamaah membawa pembaharuan yang sesuai dizamannya.
By : Qatrunnada
THE MAN FROM THE EAST
The Man From The East,
Tercetus dari ramalan manusia,
Bangkitnya seorang yang akan berkuasa,
Mengegar setiap penjuru dunia,
Mengejut dunia yang sedang lena,
The Man From The East,
Munculnya dari sebelah Timur,
Pertembungan 3 lautan nan makmur,
Nama kan gah pastinya tersohor,
Mengubah dunia yang kelam dan kabur,
The Man From The East,
Serban biru imej dibawa,
Sunnah dari Nabi tercinta,
Membawa sistem ekonomi Yang Esa,
Mengubah seluruh sistem manusia,
The Man From The East,
Kemunculannya terus dinanti,
Oleh dunia sehari hari,
Bagi seorang pejuang sejati,
Inilah saat yang dinanti,
The Man From The East,
Mungkinkah beliau dari Malaysia,
Pemimpin agung yang dinanti dunia,
Mengegar seluruh alam semesta,
Moga dari golongan agama,
The Man From The East,
Dunia menanti kemunculanmu,
Bagi merubah yang bercelaru,
Di dunia kejam yang penuh seteru,
Kahabarkanlah kemunculanmu,
Agar dapat kami berjuang bersamamu.
By : The Man From The East (Klang)

PANJI-PANJI HITAM

Kenapakah Allah swt akan mengutuskan Imam Mahdi dan Nabi Isa as di akhir zaman?
Dua bentuk kepimpinan yg mewakili Rasulullah saw utk memimpin umat Baginda selepas kewafatan Baginda ialah Khalifah dan Ulama. Khalifah adalah Pemerintah Yg adil manakala ulama pula bertanggung jawab utk membantu khalifah. Umat Islam sudah lama ketiadaan 2 bentuk kepimpinan ini utk memimpin umat Islam melalui sebuah Daulah Islam. Kuasa utk memerintah kerajaan dan mentadbir agama telah dirampas oleh Yahudi dan kuncu2nya. Kuasa itu kemudiannya diserahkan kepada umat Islam yg sanggup meletakkan perintah manusia diatas perintah Tuhan. Lalu sistem ini dipertahankan pula oleh ‘ulama mereka’ yg berbai’at dengan mereka dengan janji setia yg berlandas perlembagaan mereka. Maka dengan itu tamatlah hak Khalifah dan Ulama Pewaris Nabi tanpa disedari oleh umat Islam.
Tipu daya Iblis yg diperturunkan kepada kaum Yahudi tidak lain hanyalah utk membuat manusia terjerat didalam sistem hidup yg akan melenyapkan Islam dari muka bumi ini. Tanpa Islam bermakna putuslah perhubungan manusia dengan Allah SWT. Yahudi pula mewakilkan urusan jahat itu kepada Kristian utk melenyapkan Islam. Kristian pula mewakilkan urusan utk melenyapkan Islam itu kepada umat Islam dengan menyogokkan kuasa utk memerintah. Pemimpin itu pula meyogokkan umat Islam dengan kemerdekaan. Maka bermulalah laungan “merdeka, merdeka, merdeka”. Dengan laungan itu maka tanpa disedari mereka telah menggali liang lahat utk mengkebumikan Islam. Dengan terlaksananya pilihanraya yg pertama maka Islam pun selesai dikapankan. Dengan terbinanya bangunan Parlimen maka terpacaklah batu nisan utk Islam. Hakikat ini pahit diterima tetapi menolak hakikat ini juga tidak menguntungkan umat Islam.
Setelah 50 tahun merdeka, umat Islam mula sedar keadaan tidak menyebelahi umat Islam walaupun umat Islam yg menerajui kerajaan. Untuk menyucikan negara ini dari najis Iblis yg disalurkan melalui sistem-sistem Yahudi maka bank, institiusi pendidikan dll telah cuba disamak dengan meletakkan wajah2 yg berlabelkan Islam kepadanya. Namun itu semua tidak mampu utk menghilangkan najis Iblis tg terpalit ke negara ini. Dalam pada itu semangat utk memperjuangkan Islam muncul dengan mendadak disetiap pelusuk negara dan Nusantara. Islam dibanjiri dengan berbagai-bagai fahaman malah ada juga yg berbentuk ideologi semata. Najis Iblis yg sudah terserap kedalam masyarakat Islam selama ini mula mengeluarkan penyakit-penyakit kronik yg berjangkit. Virusnya ialah ilmu-ilmu Islam yg didapati dengan pembiayaan daripada dana-dana yg diselapuiti oleh Riba.
Dengan terjadinya keadaan sedemikian maka Islam yg sudah tinggal nama dan Al Quran yg hanya tinggal tulisan perlu dihidupkan semula. Cahaya utk menyuluh jalan perlu dihidupkan. Yahudi telah menyediakan satu cahaya utk dijadikan panduan bagi mengantikan cahaya Al Quran yg telah hilang. Manusia pun mulalah berpandukan kepada cahaya itu setiap hari. Cahaya itu terbit dari barat dan terpancar ke dalam rumah-rumah melalui peti-peti talivisyen.
Now is the time to peak of the end of time. Islam mula diperjuangkan disana sini dan pemusuhan diantara Islam dan Kristian tidak dapat diselesaikan di meja perundingan lagi. Pergerakkan umat Islam diperhatikan dan dipantau. Semua ruang utk membina Daulah Islam sudah ditutup. Tidak ada negara yg sesuai utk Khalifah bertapak didunia ini. Kalau Khalifah menjadi warganegara Malaysia, maka Khalifah mesti mematuhi undang-undang kerajaan Malaysia. Mana mungkin Khalifah mematuhi peraturan2 yg selain dari Al Quran. Bolehkah Khalifah menjalankan hukum2 Islam didalam negara seperti Malaysia ini? Mahukah orang2 bukan Islam serahkan kepimpinan negara kepada Khalifah yg diutus oleh Allah SWT. Maka apa yg cuba dikatakan disini ialah sudah tidak ada ruang lagi utk Khalifah yg diutuskan oleh Allah SWT nak menegakkan Daulah Islam didunia ini. Yahudi telah menutup semua ruang utk Khalifah dan Daulah Islamiah muncul kembali tanpa umat Islam sedari.
Tetapi kita juga harus sedar bahawa Iblis mengetahui akan kekuasaan Allah SWT. Iblis sedar Allah SWT mampu mengadakan sesuatu walaupun semua ruang telah ditutup. Oleh itu kita sebagai umat Islam yg masih cintakan Islam mesti mengharapkan Allah SWT memilih kita sebagai hambanya yg diberi peluang utk terlibat didalam proses membangkitkan Islam utk kali kedua. Kita tak mungkin jadi para2 sahabat Rasulullah saw, mahu pun tabiut tabiin. Tapi kita masih berpeluang menjadi pengikut panji-panji hitam utk menbangkitkan semula Islam di akhir zaman ini. Umat Islam harus mengenepikan semua fahaman yg memecah belahkan umat sekarang dan tumpukan kepada perkara yg positif.
Panji-Panji Hitam adalah lambang kepada sebuah Daulah Jelmaan yg akan wujud bersesuaian dengan keadaan diakhir zaman ini. Daulah ini tidak mempunyai persempadanan negara atau kaum. Panji-Panji bermaksud Kerajaan atau kuasa manakala Hitam bermaksud total atau menyeluruh. Hitam adalah warna yg diasaskan dari campuran 4 warna asas “prime colour” iaitu kuning, biru, merah dan jernih. Kuning adalah warna kekuasaan tanah, biru adalah warna kekuasaan air, merah warna kekuasaan api, dan jernih adalah warna kekuasaan angin. Oleh itu hitam adalah warna total yg meliputi 4 perkara asas. Daulah Jelamaan juga meliputi 4 jurusan iaitu Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat. Sebenarnya banyak lagi kaitan angka 4 yg terkandung didalam Daulah Jelmaan ini seperti konsep 4 sahabat, 4 mazhab dll. Cukuplah dengan anda mengetahui bahawa angka 4 membawa maksud satu gabungan yg lengkap, total atau menyeluruh. Ilmu angka dan warna adalah sebahagian daripada ilmu-ilmu asas utk mengenali rahsia penciptaan Allah SWT melalui penciptaan Alam & Makhluk.
Hadis akhir zaman mesti ditafsir melalui perspektif Makrifat. Kiasan2 yg Rasulullah saw adakan didalam hadis bertujuan utk menyimpan rahsia daripada musuh Islam. Tafsiran akal tidak terjangkau kepada maksud sebenar hadis tersebut. Tanpa dilengkapi ilmu-ilmu Makrifat kita tidak akan mampu menafsir hadis dengan tepat. Hanya umat Islam sahaja yg boleh mencapai Makrifat dan menguasai ilmu-ilmu Makrifat. Dengan cara ini sahaja rahsia-rahsia Islam boleh terpelihara. Yahudi faham ilmu-ilmu apa yg terkandung didalam Islam. Sebab itu Yahudi mesti sekat Islam dari berkembang. Sebenarnya Rasulullah saw telah memberi satu garis panduan yg jelas tentang apa yg akan terjadi di akhir zaman ini melalui hadis tentang akhir zaman. Panduan itu sangat detail dan lengkap. Ini mengambarkan bagaimana seriusnya keadaan diakhir zaman ini. Iman umat Islam sudah sangat2 terancam. Kalau anda dapat lihat keadaan Islam dari sudut pandangan Makrifat, maka Islam boleh diumpamakan seperti seorang ibu yg sudah tua dan uzur malah tidak dipedulikan oleh anak2, jiran2 dan masyarakatnya.
Jangan bangunkan Islam dengan tangan yg berisi kezaliman. Tetapi bangunkan Islam dengan tangan yg berisi dengan keadilan. Jangan sampaikan Islam dengan perkataan yg berisi kebencian, tetapi sampaikan Islam dengan perkataan yg berisi dengan kasih sayang.

DI MANAKAH WILAYAH KHURASAN

Khurasan adalah satu kawasan/wilayah yang sudah tidak wujud lagi dalam pet dunia. Wilayah Khurasan yang dimaksudkan di dalam hadis itu meliputi kawasan Kabul, Afghanistan, Uzbekistan, sebahagian kecil Iran, sebahagian kecil Pakistan, memanjang ke Barat China meliputi wilayah Xinjiang sampai ke Yunnan.
i. Kabul, Afghanistan.
Kabul merupakan pangkal Khurasan. Ketika ini perang saudara sedang berlaku di antara puak-puak mujahidin yang saling bertentangan. Puak syiah yang disokong Iran dan wahabi sokongan Arab Saudi sedang berentap bermati-matian.
Mereka telah berjuang lama untuk membebaskan Afghanistan dari penjajah Komunis Rusia, dan mereka berjaya mengusir komunis. Malangnya mereka terus berperang sesama sendiri. Kini Afghanistan dikuasai oleh Taleban.
Di celah-celah berkecamuknya perang saudara itulah bakal munculnya golongan Asoib sepertimana yang dinyatakan oleh hadis. Golongan ini tidak terlibat dalam krisis tetapi memendam kekuatan. Untuk mereka ada tugas besar mengibarkan panji-panji hitam yang dijadualkan. Mereka inilah yang akan mudah menerima orang Timur.
ii. Pakistan
Hanya sebahagian kecil sahaja yang termasuk di dalam peta Khurasan, iaitu wilayah-wilayah yang dekat dengan Kota Islamabad.
iii. Yunnan
Yunnan adalah salah sebuah wilayah di China yang penduduknya banyak menganut Islam selain Xinjiang, Gansu, Ningxia dan Qinghai. Di Yunan terdapat sekitar 4 juta umat Islam. Malangnya Islam di sini begitu lemah hingga kebanyakan umatnya telah lupa syahadat dan lupa nama Islam mereka. Ini akibat kelalaian ulama mereka yang kemudian disambung dengan kedatangan Komunis. Walaupun demikian, jika dibanding dengan agama-agama lain, Islam masih hidup dan terus membara di China. Akar tunjang aqidah umat Islam tetap tidak tercabut.
Islam terus bangkit setelah negeri China mengamalkan dasar terbuka. Kini masjid-masjid tumbuh mercup sedang kuil-kil tidak lagi dibina. Mereka masih inginkan Islam dan amat senang sekali menerima kedatangan orang Islam dari luar.
iv. Uzbekistan
Ia telah bebas dan merdeka dari Soveit Union. Wilayah-wilayah utamanya ialah Samarkhand, Bukhara, Tirmez dan lain-lain. Ibukotanya Tashkent. Bumi Khurasan ini telah pernah melahirkan ulama-ulama besar seperti Imam Bukhari, Abu Laits As Samarkandi, Imam Bahaudin, Imam Muslim, Imam Nasai, Imam Tirmizi, Imam Nakhai dan lain-lain.
Selain pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan Islam, ia berkembang sebagai pusat ilmu sains, matematik, optik, geografi, astronomi dan lain-lain lagi.
Telah lahir tokoh-tokoh seperti Ibnu Sina, Al Farabi, Al Biruni, Ibnu Rusyd, Ali syir dan Umar Khayyam  Di segi keIslaman, ilmu dan pengamalan muslimnya lebih baik dari muslim di Yunnan. Uzbekistan lebih mampu melahirkan kader-kader perjuangan Islam yang berpotensi dan berkualiti. Lebih-lebih lagi ia berhampiran dengan kawasan-kawasan umat Islam yang lain seperti Tajikistan, Kazakhstan, Turkmenistan dan Khirghiza. Kembalinya negara-negara ini kepada Islam secara  total sangat dibimbangi oleh Barat.
Negara-negara ini punya kekuatan ekonomi, bahan mentah, tenaga manusia dan senjata. Tetapi kekuatan yang  lebih digeruni oleh Barat ialah Islam.Negara “Ma waraa unnahar”-negeri di sebalik sungai ini kini sedang marak pengamalan Islamnya.
Keadaan yang tidak bergolak dengan peperangan memudahkan lagi Islam diamalkan setelah lama berada di bawah Komunis. Di bumi inilah panji-panji hitam akan diterima, dan di sini juga terdapat figure yang dikenali sebagai Al Haris Harras yang tersebut di dalam hadis.
Berdasarkan hadis, kebangkitan Islam di akhir zaman umpama satu badan. Timur  adalah nadinya, sementara Khurasan adalah tulang belakangnya. Timur adalah pemimpin, pencetus dan pendorong kepada kemaraan ini, sedangkan Khurasan adalah penyokong dan pembantu utama kepada Timur. Kedua-duanya akan bergabung seperti bergabungnya nadi dan tulang belakang. Kemudian barulah  tubuh Islam itu kuat dan lebih aktif bergerak. Ertinya, bila Islam di Timur dan Khurasan bersatu, Islam akan mendapat kekuatan baru seperti yang ditunggu-tunggu selama ini.
Penyatuan ini tepat seperti yang telah disabdakan Rasulullah SAW, sama ada dari segi masa, tokoh yang terlibat, cara dan bentuknya. Ini berita baik untuk Timur, untuk Khurasan dan untuk seluruh dunia amnya.
Satu berita baik yang bakal menjadi realiti di awal kurun hijrah ke-15 ini.
Ia pasti berlaku!

BENDERA DAN PANJI NEGARA ISLAM

Sejak berkurun lamanya dan sehingga sekarang, setiap negara di dunia akan mempunyai bendera negara masing-masing, sebesar atau sekecil mana sekalipun negara tersebut. Tidakkah ini akan membuatkan kita terfikir atau tertanya-tanya – adakah Negara Islam pertama di dunia yang telah ditegakkan oleh Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam di Madinah mempunyai bendera?
Jika ya, bagaimanakah spesifikasi bendera tersebut dan apakah hukum pengambilannya? Jika di zaman Khilafah dulu, anak-anak kaum Muslimin dibesarkan tanpa perlu diajar bahawa bendera umat Islam adalah bendera Rasulullah, kerana itulah apa yang mereka lihat. Namun di zaman ini, anak-anak kita dibesarkan dengan diajar dan dipaksa menerima bahawa bendera kita adalah bendera yang telah ditentukan oleh penjajah, si kafir British.
Jadi, tidak hairanlah jika kita atau anak-anak kita tidak mengenali bagaimanakah bendera Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam. Itulah di antara kejayaan si kafir penjajah. Mereka berjaya membuatkan umat Islam lalai dan terus lupa akan wujudnya bendera Islam yang sebenarnya.
Negara Islam sememangnya mempunyai bendera (al-liwa’) dan juga panji (ar-rayah). Inilah apa yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam semasa tegaknya Daulah Islamiyyah pertama di Madinah al-Munawwarah.
Secara bahasanya, bendera dan panji di dalam bahasa Arab disebut ‘alam. Mengikut Kamus al-Muheet, dari akar kata rawiya, ar-rayah adalah al-‘alam, yang jama’nya (plural) disebut sebagai rayaat. Juga disebutkan dari akar kata lawiya bahawa al-liwa’ adalah al-‘alam, yang jama’nya (plural) disebut sebagai alwiyah. Secara syar’i, syara’ telah menjelaskan bahawa perkataan-perkataan di atas mempunyai maksud dan ciri-ciri yang tertentu iaitu:-
1) Bendera (Liwa’) adalah berwarna putih dan tertera di atasnya kalimah ‘La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah’ dengan warna hitam.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan, “Bahawa bendera Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam berwarna hitam, sedangkan panji beliau warnanya putih.” Riwayat Ibnu Abbas yang lain menurut Abi Syeikh dengan lafadz, “Bahawa pada bendera Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam. tertulis kalimat ‘La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah’.
Semasa perang (jihad), bendera ini akan dipegang oleh amir (panglima/ketua) perang. Ia akan dibawa dan menjadi tanda serta diletakkan di lokasi amir tadi. Dalil yang menunjukkan perkara ini adalah perbuatan (af ‘al) Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam sendiri, di mana baginda (sebagai amir), semasa pembukaan kota Makkah telah membawa dan mengibarkan bendera putih bersamanya. Diriwayatkan dari Jabir, “Bahawa Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam memasuki Makkah dengan membawa bendera (liwa’) berwarna putih.” [HR Ibnu Majah].
An-Nasa’i juga meriwayatkan Hadis melalui Anas bahawa semasa Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam mengangkat Usama ibn Zaid sebagai amir (panglima) pasukan ke Rom, baginda menyerahkan bendera (liwa’) kepada Usama ibn Zaid dengan mengikatnya sendiri.
2) Panji (Rayah) adalah berwarna hitam, yang tertulis di atasnya kalimah ‘La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah’ dengan warna putih. Hadis riwayat Ibnu Abbas di atas menjelaskan hal ini kepada kita. Semasa jihad, ia dibawa oleh ketua setiap unit (samada Division, Batalion, Detachment ataupun lain-lain unit).
Dalilnya adalah Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam, semasa menjadi panglima perang di Khaibar, bersabda, “Akubenar-benar akan memberikan panji (rayah) ini kepada orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, lalu Rasulullah memberikan panji itu kepada Ali.” [HR Bukhari]. Saidina Ali karramallahu wajhah pada masa itu boleh dikatakan bertindak sebagai ketua division ataupun regimen.
Diriwayatkan dari Harits Bin Hassan Al Bakri yang mengatakan, “Kami datang ke Madinah, saat itu dan Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam sedang berada di atas mimbar, sementara itu Bilal berdiri dekat dengan beliau dengan pedang di tangannya. Dan di hadapan Rasulullah terdapat banyak rayah (panji) hitam. Lalu aku bertanya: “Ini panji-panjii apa?” Mereka pun menjawab: “(panji-panji) Amru Bin Ash, yang baru tiba dari peperangan.
”Dalam riwayat At-Tirmidzi, menggunakan lafadz, “Aku datang ke Madinah, lalu aku masuk ke masjid di mana masjid penuh sesak dengan orang ramai, dan di situ terdapat banyak panji hitam, sementara Bilal –ketika itu- tangannya sedang memegang pedang dekat Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam. Lalu aku bertanya: “Ada apa dengan orang-orang itu?” Mereka menjawab: “Beliau Sallallahu ‘alaihi wa Sallam akan mengirim Amru Bin Ash ke suatu tempat.”
Maksud ungkapan “terdapat banyak rayah (panji) hitam” menunjukkan bahawa terdapat banyak panji-panji yang dibawa oleh para tentera, walaupun amir (panglima perang)nya hanyalah seorang, iaitu Amru Bin Ash. Dalam riwayat An Nasa’i, dari Anas, “Bahawa Ibnu Ummi Maktum membawa panji hitam, dalam beberapa pertempuran bersama Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam.”
Hadis-hadis di atas dan banyak lagi hadis-hadis lain menunjukkan kepada kita bahawa itulah ciri-ciri bendera dan panji Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam. Nas-nas tersebut juga menunjukkan bahawa hanya terdapat satu bendera (liwa’) di dalam satu pasukan, tetapiboleh terdapat banyak panji (rayah) di dalam setiap unit dalam pasukan yang sama, yang dipegang oleh ketua unit masing-masing.
O Muslims! Itulah bentuk, corak dan warna bendera Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam. Hadis-hadis yang diriwayatkan menggambarkan dengan jelas akan bendera dan panji Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam dan tidak ada spesifikasi lain selain ini. Yang tertera padanya hanyalah satu kalimah yang Rasulullah diutus kerananya.
Kalimah yang telah dibawa dan diperjuangkan oleh Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabat. Kalimah yang para pendahulu kita telah syahid kerana mempertahankannya. Dan kalimah inilah yang akan kita ucapkan di kala Izrail datang menjemput.
Inilah kalimah tauhid yang menyatukan kita semua tanpa mengira bangsa, warna kulit, sempadan geografi dan sebagainya. Inilah kalimah yang akan menyelamatkan kita dari azab Allah di akhirat nanti.
Inilah kalimah yang ada pada bendera Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam…..kalimah “LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH”!.
Bendera Sebagai Syi’ar IslamDulu kaum Muslimin hanya hidup untuk Allah dan mati untuk Allah. Mereka benar-benar memahami ayat-ayat Allah bahawa mereka dicipta hanya untuk beribadah kepadaNya.
Oleh itu, mereka tidak ragu-ragu untuk menyerahkan nyawa mereka di jalan Allah. Mereka menyertai peperangan demi peperangan untuk menyebarkan risalah Allah dan rahmatNya. Mereka membuka negeri demi negeri untuk menyatukannya ke dalam Daulah Islam.
Dalam setiap peperangan dan pembukaan negeri-negeri, mereka tidak pernah lalai dari membawa bendera Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam. Itulah bendera yang mereka warisi dari Nabi mereka dan mereka sanggup mati dengan bendera di tangan. Sebagaimana lagu dan irama, peperangan dan bendera merupakan suatu yang tak dapat dipisahkan.
Di antara peperangan yang begitu mengguris hati kita umat Islam ialah Perang Mu’tah yang berlaku pada bulan Jamadil Awal tahun ke-8 H. Di dalam perang ini, Rasulullah menghantar 3,000 pahlawan elit Islam untuk bertempur dengan pasukan Rom.
Baginda mengangkat Zaid bin Haritsah sebagai panglima perang dan bersabda, “Jika Zaid gugur, maka Ja’far bin Abi Thalib akan menggantikan tempatnya, jika Ja’far gugur, makaAbdullah bin Rawahah akan menggantikan tempatnya.”
Pasukan pun berangkat dengan disertai Khalid bin Al-Walid yang baru memeluk Islam setelah Perjanjian Hudaibiyyah. Di dalam perjalanan, mereka telah mendapat maklumat bahawa Malik bin Zafilah telah mengumpulkan 100,000 tentera sementara Heraklius sendiri datang dengan 100,000 tentera. Berita ini menyebabkan pasukan Islam berbeza pendapat samada harus terus berperang atau mengirim utusan untuk meminta bantuan tambahan dari Rasulullah.Namun Abdullah bin Rawahah terus maju ke hadapan kaum Muslimin dan berkata dengan lantang dan berani, “Wahai sekelompok kaum! Demi Allah! Sesungguhnya apa yang kalian benci justeru itulah yang kalian cari, iaitu syahid! Kita keluar memerangi musuh bukan kerana jumlah atau kekuatan atau berdasarkan bilangan, tetapi kita memerangi mereka demi Deenul Islam, yang Allah telah memuliakan kita dengannya. Oleh itu berangkatlah! Sesungguhnya di tengah kita ada dua kebaikan; menang atau syahid.” Kata-kata ini telah membakar semangat mereka, lalu mereka pun berangkat dengan penuh keimanan untuk menggempur musuh semata-mata kerana Allah. Maka terjadilah peperangan di tempat yang bernama Mu’tah, di mana di tempat inilah Allah telah membeli beberapa jiwa kaum Muslimin untuk dibayar dengan syurgaNya.
Sejumlah 3,000 pasukan Islam berjuang habis-habisan melawan 200,000 tentera musuh. Satu nisbah yang tidak masuk aqal jika difikirkan secara logik. Tetapi itulah hakikat umat Islam, umat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dibantu olehNya pada setiap peperangan. Umat yang hidup di dunia ini hanya untuk Allah.
Zaid bin Haritsah yang merupakan panglima perang terus maju menggempur pasukan musuh dengan membawa bendera Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam di tangan. Akhirnya sebatang tombak menembusi tubuhnya dan beliau terus gugur.
Bendera segera diambil oleh Ja’far bin Abi Thalib, seorang pemuda yang baru berusia 33 tahun. Ketika musuh telah mengepung kudanya dan mencederakan tubuhnya, Ja’far justeru turun dan terus menuju ke tengah-tengah musuh menghayunkan pedangnya. Tiba-tiba seorang tentera Rom datang dan berhasil memukulnya dari arah tepi. Pukulan itu menyebabkan tubuh Ja’far terbelah dua dan beliau terus syahid menemui Tuhannya.
Bendera lalu disambar oleh Abdullah bin Rawahah dan terus dibawa dengan menunggang kuda menuju ke tengah musuh. Beliau juga turut syahid menyusuri kedua-dua sahabatnya. Bendera lalu diambil oleh Tsabit bin Arqam seraya menjerit, “Wahai kaum Muslimin! Berkumpullah disekeliling seseorang.” Lalu kaum Muslimin pun berkumpul mengelilingi Khalid bin Al-Walid dan bendera Nabi terus diserahkan kepada Khalid yang kemudian terus mengetuai pasukan.
O Muslims! Begitulah secebis kisah perjuangan golongan awal yang merupakan generasi terbaik umat Islam dengan membawa bendera Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam. Bendera yang menjadi rebutan para sahabat untuk memegangnya di setiap peperangan. Bendera yang menyaksikan berapa ramai sahabat telah syahid demi mempertahankannya. Bendera yang dipegang erat oleh para sahabat agar ia tidak jatuh mencecah bumi. Bendera yang benar-benar dipertahankan oleh para pemimpin dan pejuang dari kaum Muslimin yang mulia sebagai syi’ar Islam. Bendera yang bagi setiap orang yang mengucap syahadah, ia sanggup mati kerananya di dalam setiap perjuangan, semata-mata kerana Allah.
Inilah bendera kalian wahai saudaraku. Inilah bendera kita, umat Muhammad yang dimuliakan!KhatimahWahai kaum Muslimin! Marilah kita kembali mengibarkan bendera kita, bendera Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam, bendera yang dicipta atas perintah Allah, bukannya ciptaan aqal manusia, apatah lagi dicipta hanya melalui satu pertandingan.
Inilah bendera yang selayaknya bagi umat Islam. Kita adalah umat Rasulullah, maka tunjukkanlah rasa kasih dan sayang kita kepada Rasul kita dengan kembali mengibarkan bendera Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa Sallam.
Bayangkan wahai kaum Muslimin, jika Rasulullah ada bersama kita, sanggupkah kalian berada di belakang Rasulullah dan mengibarkan bendera selain dari bendera Rasulullah? Walhal dengan bendera inilah Rasulullah telah menyatukan seluruh umat manusia yang mengucap kalimah yang tertera padanya. Kibaran bendera inilah yang telah membawa risalah Allah ke seluruh pelusuk dunia.
Dengan melihat bendera inilah jantung musuh-musuh Islam berdegup kencang menanti saat kehancuran mereka. Bendera ini telah dibawa dan dijulang oleh para pejuang Islam di kala mengembangkan agama Allah.
Inilah satu-satunya bendera kita, bendera Rasulullah, bendera Islam, bendera Negara Islam, bendera Daulah Islam!!
Kita telah melihat bendera ini dikibarkan oleh kaum Muslimin di seluruh dunia seiring dengan perjuangan untuk mengembalikan kehidupan Islam dengan jalan menegakkan semula Daulah Khilafah.
Kita juga melihat bendera ini berkibar di Indonesia oleh para pejuang Islam yang berusaha ke arah yang sama. Semoga kita akan dapat melihat bendera ini dikibarkan oleh para pemimpin kaum Muslimin di seluruh dunia termasuk indonesia walaupun sebelum berdirinya Khilafah.
InsyaAllah, setelah Khilafah berjaya ditegakkan, kita akan melihat bendera ini sekali lagi dikibarkan dengan penuh bangga dan kesyukuran. Air mata terharu dan kegembiraan akan menitis pada hari itu, hari di mana sistem Allah telah kembali ke muka bumi.
Bendera ciptaan Allah ini akan kembali meliuk-meliuk ditiup angin di udara dan akan berkibar dengan megahnya. Inilah hari kemenangan Islam, hari yang Allah menurunkan pertolonganNya ke atas kaum Muslimin yang bersungguh-sunguh berjuang demi menegakkan agamaNya. Inilah hari yang kita berusaha siang dan malam untuk menggapainya dan kita benar-benar menanti akan kedatangannya. Inilah hari Daulah Khilafah ‘ala minhaj nubuwah yang kedua kalinya, kembali muncul menerajui dunia untuk membawa rahmat Allah ke seluruh alam. Maha Suci Allah yang akan mengembalikan hari tersebut kepada kita semua. Amin ya Rabbal alamin.
DAULAH TERAKHIR
Istilah Daulah Islam perlu dikaji semula supaya konsep Daulah itu bersesuaian dengan zaman ini. Daulah Islam adalah sebuah badan pengurusan dan pentadbiran utama utk umat Islam merangkumi setiap aspek kehidupan mengikut keperluan yg telah diperuntukkan didalam tuntutan Islam secara menyeluruh(total).
Oleh yg demikian menjadi wajib utk diambil keseluruhan perkara yg perlu diurus dan ditadbir secara kaedah dan tertib yg tepat dengan struktur Islam. Tidak sama kaedah dan tertibnya didalam hal mengurus dan mentadbir diantara Daulah Islam dan Daulah Kufar. Pengurusan dan pentadbiran Daulah Kufar tidak mengambil peraturan2 agama sebagai garis panduan utama sebelum membentuk sesuatu dasar. Konsep Daulah Kufar lebih terarah kepada menyediakan dasar dan perkhidmatan utk menyempurnakan segala urusan mengikut tuntutan dunia dan bukannya mengikut tuntutan agama. Jadi pada dasarnya perbezaan diantara Daulah Islam dan Daulah Kufar adalah pada Daulah Islam mengutamakan tuntutan agama manakala Daulah Kufar mengutamakan tuntutan dunia.
Didalam urusan melantik khalifah sistem demokrasi tidak sesuai dengan Islam berbanding sistem pewarisan. Sejarah telah membuktikan yg mana lebih sesuai dengan Islam. Kita boleh ambil 2 contoh didalam sejarah Islam utk dinilai. Yg pertama ialah pada zaman Khulafa Ar Rashidin dan yg kedua ialah pada zaman Wali Songo. Di zaman Khulafa Ar Rashidin, perpecahan umat Islam berlaku angkara memilih siapa yg layak utk menjadi Khalifah. Bermula dari perlantikan Khalifah yg pertama lagi perpecahan dikalangan umat Islam berlaku dan diakhiri dengan pembunuhan Syadina Umar ra, Syaidina Usman ra, Syaidina Ali ra, Syaidina Hasan ra, Syaidina Husin ra dll. Apakah pembunuhan2 pemimpin2 Islam tidak merugikan umat Islam sendiri. Bukankah dengan jasa dan bakti Syaidina Umar ra, Syaidina Usman ra dan Syaidina Ali ra yg membantu Rasulullah saw utk menegakkankan syiar Islam pada waktu itu? Bukankah kerana amalan demokrasi umat Islam berpecah. Sesunggohnya demokrasi itu berunsur perpecahan dan assabiyah.
Di zaman Wali Songo, setelah tentera Islam yg diterajui oleh Wali Songo berjaya menjatuhkan kerajaan Majapahit Hindu yg zalim itu, Wali Songo telah mendirikan Kerajaan Islam Demak. Demi utk mengelakkan perebutan kuasa didalam Kerajan Islam Demak maka Wali Songo telah melantik Raden Fatah sebagai Raja. Ada 2 faktor penting yg diambil kira utk melantik Raden Fatah sebagai Raja. Yg pertama kerana beliau adalah anak kepada Prabu Kertabumi Brawijaya ke 5 dan beliau juga adalah seorang yg berpegang teguh kepada ajaran Islam dan turut sama berperang dengan Kerajaan Majapahit Hindu yg diperintah oleh ayahandanya sendiri. Dengan terlantiknya Raden Fatah, Islam makin berkembang dan rakyatnya tidak berpecah belah malah makin bersatu utk mengembangkan lagi syiar Islam di Nusantara. Bukankah ini contoh yg baik. Sejarah Wali Songo adalah sejarah Islam dan bukan sekadar sejarah Indonesia. Kenapakah umat Islam lebih nampak sejarah di arab saja adalah sejarah Islam yg perlu diambil contoh sedangkan organisasi Wali Songo diasaskan oleh ahlul bait Rasulullah saw iaitu Maulana Malik Ibrahim atau Sheikh Maghribi yg berjaya mengislamkan ramai orang2 Melayu. Dengan jasa mereka inilah ramai dilahirkan didalam keluarga Melayu Islam sekarang. Sewaktu menjelajah Tanah Jawa pada tahun 2000 utk melihat masalah Fahaman Islam dan Ekonomi Islam disana, sungguh amat menyedihkan bila melihat umat Islam di Kristiankan dengan strategi yg jahat. Tidak ada pun negara2 Islam yg kaya raya datang menyelamatkan umat Islam yg ditindas disana. Pemimpin negara2 Islam hanya sibuk menjaga telaga2 minyak utk menjamin kedudukkan mereka didunia tetapi lali utk melihat jaminan mereka diakhirat kelak. Bukankah harta itu dikurniakan utk membangunkan Islam? Apakah hasil bumi di Arab utk orang Arab sahaja atau utk Islam?
Daulah Islam perlu menyediakan sistem pendidikan yg bersesuaian dengan Islam merangkumi Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat. Allah SWT menyediakan syariat sebagai satu proses utk membudayakan manusia dengan sikap2 yg benar. Ini juga bermakna syariat berfungsi untuk membuang imej dan perlakuan yang tidak benar. Oleh itu syariat adalah peraturan yang perlu di ikut supaya seseorang itu memperlihatkan imej dan perlakuan yang benar (hak). Tarekat pula adalah satu proses untuk menenggelamkan kebatilan yg sedia wujud pd akal. Apabila yang batil ditenggelamkan maka yang hak akan timbul. Maka dengan proses ini akal akan memiliki budaya berfikir secara benar (hak).
Hakikat pula adalah satu proses dimana jiwa (naluri,perasaan) dibersihkan daripada sebarang bentuk kebatilan. Dengan proses hakikat ini maka manusia itu tidak lagi memiliki sebarang bentuk perasaan yang batil. Oleh itu dia hanya akan memiliki rasa yang benar sahaja. Manusia yang sudah selesai ketiga-tiga proses tadi sudah mempunyai keseimbangan dari sudut perlakuan, percakapan dan perasaan yang benar. Makrifat adalah satu proses untuk mengenal yang benar. Orang yang sampai ke peringkat makrifat dikurniakan oleh Allah SWT ilmu untuk mengenal yang benar iaitu wajah yg benar, sifat yg benar, percakapan yg benar dan perlakuan yg benar. Oleh yg demikian dia tidak akan tertipu oleh pendengaran dan penglihatan. Manusia tidak boleh berpura-pura dengannya. Walaupun seseorang itu datang dengan wajah yg riang tetapi perasaannya sedih, maka kesedihannya itu diketahui juga. Kalau seseorang itu datang dengan niat nak menipu, maka niatnya itu akan dapat di kesan juga. Begitulah yg Allah SWT kurniakan kepada mereka yg melengkapi kempat-empat proses itu.
Pada zaman Rasulullah saw, hanya Baginda saw saja yg telah melalui keempat-empat proses tersebut. Rasulullah saw tidak mewujudkan pengajian Tarekat kerana Tarekat hanya boleh diwujudkan setelah proses menyempurnakan syariat itu siap sepenuhnya. Maka Rasulullah saw tertumpu kepada melengkapkan syariat sehingga selesai. Tugas untuk mewujudkan Tarekat telah diserahkan kepada Syaidina Ali bin Abi Thalib ra. Pengajian Tarekat banyak berkembang di sebelah di Parsi. Sebab itu banyak ahli Sufi datangnya dari kaum Ajam di Parsi. Semua pengasas Tarekat adalah ahlulbait Baginda saw. Sheikh Abdul Kadir Jilani adalah salah seorang daripadanya. Beliau mengasaskan Tarekat Qadariah.
Pengajian Tarekat sampai ke Nusantara di zaman Kerajaan Melayu Islam sebelum era penjajahan. Mata rantai Tarekat bergerak ke seluruh Nusantara bermula dari Sumatera sampai ke Pattani. Pengajian Tarekat mula pupus setelah British dan sekutu-sekutunya melancarkan penjajahan. Dengan lenyapnya sistem Khulafa Islam dan pupusnya Tarekat maka senanglah hati Yahudi. Yahudi amat faham apa yang akan terjadi kepada Islam jika Sistem Khulafa di matikan dan Tarekat di pupuskan. Sudah masanya Islam di bangunkan semula oleh orang-orang yang dipilih oleh Allah SWT. Kembalikanlah Hak pada yang Hak. Sejarah Pasti Terulang.
Oleh itu Daulah Islam perlu menghidupkan semula pengajian Tarekat utk menyempurnakan putaran yg diperlukan utk menghidupkan Islam. Dengan hidupnya putaran yg lengkap diantara Syariat, Tarekat, Hakikat dan Makrifat maka cahaya Al Quran akan bersinar kembali ke dunia ini. Dengan terpancarnya cahaya Al Quran barulah mesjid kembali bersinar dengan hidayah. Tetapi percayalah bahawa tidak ramai yg sanggup menyerahkan kuasanya, hartanya, ilmunya, masanya, tenaganya kepada jalan Allah SWT. Hanya yg ikhlas sahaja akan sanggup mengorbankan semuanya ke jalan Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui apa yg tersembunyi dihati manusia.
Allah SWT akan mengutuskan hamba-hambaNya yang jahil tapi ikhlas untuk mengeluarkan umat Islam dari kejahilan. Allah SWT akan mengutuskan hamba-hambaNya yg miskin utk mengeluarkan umat Islam dari kemiskinan. Allah SWT akan mengutuskan hamba-hambaNya yang hina tapi ikhlas utk mengeluarkan umat Islam dari kehinaan. Ini adalah kerana mereka yg berilmu, yg kaya dan yg berdarjat sudah tidak ikhlas lagi kepada Allah SWT. Mereka bermegah-megah dengan ilmu-ilmu mereka, mereka bermewah-mewah dengan harta benda mereka dan mereka berbangga-bangga dengan darjat mereka. Tiadalah yg mereka punya melainkan kerugian.
Islam akan bermula semula dalam keadaan asing.
Sejarah Pasti Terulang.

Filed under: alMahdi, Bendera Hitam, dajjal, Daulah Terakhir, Khurasan, Nostradamus, Pemuda Bani Tamim, Yahudi

Bani Ishaq yang dimaksudkan oleh Rasululah saw bukannya bangsa Yahudi


Bani Ishaq Pasukan Penakluk Konstantinopel Di Akhir Zaman

Salah satu isyarat dari Rasulullah saw tentang akhir zaman adalah penaklukkan Konstantinopel untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu, negeri Turki akan kembali kepada kekuasaan umat Islam hingga terbitnya matahari dari barat.
Bila penaklukkan Konstantinopel pada masa sultan Muhammad Al-Fatih di era khilafah Utsmaniyah terjadi lewat peperangan yang dahsyat, dengan mengerahkan pasukan besar yang didukung oleh peralatan perang yang paling modern di zamannya; tidak demikian halnya dengan penaklukkan Konstantinopel di akhir zaman yang kelak terjadi di era imam Al-Mahdi. Penaklukan Konstantinopel pascaal-malhamah al-kubra merupakan kejadian yang di luar kebiasaan manusia. Penaklukan yang unik ini dilakukan oleh 70.000 Bani Ishaq, tanpa menggunakan pedang dan tombak, apalagi senjata-senjata berat. Mereka hanya menggunakan takbir dan tahlil, maka terbukalah benteng Konstantinopel. Di saat tentara Al-Mahdi tengah mengumpulkan ghanimah, tiba tiba terbetik kabar bahwa Dajjal telah muncul.
Rasulullah Saw bersabda, “Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut? Mereka (para sahabat) menjawab: Pernah wahai Rasulullah. Beliau Saw bersabda: Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq. Ketika mereka telah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu. Berkata Tsaur (perawi hadits): Saya tidak tahu kecuali hal ini ; hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuh pula sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka terbukalah semua bagian kota itu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba datanglah seseorang (setan) seraya berteriak : Sesungguhnya dajjal telah keluar. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.” HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya, “Kotamanakah yang lebih dahulu ditaklukkan, Konstantin atau Roma? Maka beliau Saw menjawab,”Kota Heraklius akan ditaklukkan pertama kali.[1]
Siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq pada riwayat di atas ? Para penulis tentang fitnah akhir zaman berbeda pendapat tentang siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq. Ada yang menyebutkan bahwa mereka adalah Bangsa Romawi yang masuk Islam di akhir zaman, namun sebagian mengatakan bahwa bani Ishaq adalah keturunan Al Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Pendapat ini dipilih oleh Al Hafidz Ibnu Katsir.[2]
Mengenal Lebih Detil Tentang Bani Ishaq
Untuk mengetahui siapakah sebenarnya Bani Ishaq, perlu menelaaah kembali buku-buku sejarah masa silam, terutama tentang perjalanan Nabi Ibrahim. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir, bahwa Bani Ishaq adalah keturunan Al-Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Maka sangat keliru orang yang menyebutkan bahwa bani Ishaq adalah bangsa Rum atau keturunan Yahudi yang masuk Islam. Untuk bangsa Rum Rasulullah Saw menyebut mereka sebagai bani Ashfar, sebagian mereka ada yang masuk Islam di zaman Al-Mahdi, sehingga membuat kawan-kawan yang setanah air dengan mereka menjadi marah dan menginginkan agar kaum muslimin menyerahkan mereka kembali. Namun kaum muslimin tidak menyerahkan sebagian Bani Asfar yang masuk Islam itu kepada bangsa Rum. Bani Ishaq juga bukan keturunan Israel. Sebab Bani Israel kemunculannya adalah setelah nabi Ishaq.
Bani Ishaq yang disebutkan Rasulullah Saw sebagai pembebas Konstantin adalah keturunan Ish bin Ishaq bin Ibrahim. Sedangkan Bani Israel adalah keturunan Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Mereka adalah sisa-sisa pasukan Islam dari Madinah yang menang dalam pertempuran terdahsyat melawan Bangsa Rum dalam Malhamah Kubra. Mereka inilah yang dikatakan oleh Rasulullah Saw sebagai pasukan “tidak akan terkena fitnah selamanya atau tidak akan tersesat selamanya”. Maka, sangat keliru jika Bani Ishaq adalah mereka bangsa Eropa yang masuk Islam lalu bergabung dengan pasukan Al-Mahdi.
Kemungkinan yang paling logis adalah keturunan Ish ini kemudian menyebar di wilayah Khurasan (AfghanistanPakistanKashmirIraq dan Iran). Mereka adalah kaum muslimin yang ketika berita Al-Mahdi telah datang segera menyambutnya dan memberikan pertolongan kepadanya. Mereka adalah pasukan berbendera hitam (ashhabu rayati Suud) yang membai’at Al-Mahdi dan menjadi pengikutnya. Sebelum terjadinya penaklukan Konstantin, mereka adalah umat Islam yang selalu menyertai Al-Mahdi dalam semua penaklukannya, termasuk dalam penaklukan Jazirah Arab.
Pengikut Al-Mahdi bukan hanya dari ashhabu rayati suud, banyak umat Islam lain yang turut bergabung pada awal kemunculannya. Namun seiring perjalanan waktu, sebagian mereka ada yang tidak sanggup bertahan menjalani kehidupan bersama Al-Mahdi, karena beratnya beban jihad yang harus dipikul. Puncak pengkristalan pasukan Al-Mahdi adalah dalam peristiwa perang Malhamah Kubra di A’maq dan Dabiq, dimana 1/3 pasukan Al-Mahdi murtad dan mundur dari peperangan, 1/3 pasukan mendapatkan syahadah (syahid), dan sisanya adalah 1/3 pasukan. Sisa pasukan itulah yang terus bertahan bersama Al-Mahdi dalam pertempuran berikutnya. Jumlah 1/3 pasukan itulah yang disebutkan oleh Rasulullah Saw sebagai manusia terbaik yang hidup di dunia. Mereka datang dari kota Madinah. Namun, mereka bukan penduduk Madinah asli, mereka adalah umat Islam yang datang dari arah Timur (Khurasan). Dalam penaklukan Jazirah Arab, mereka terus-menerus mendapatkan kemenangan, hingga akhirnya selama beberapa waktu mereka tinggal di Madinah.
Jadi Bani Ishaq adalah penduduk Madinah / penduduk Hijaz yang setia menemani Al-Mahdi sejak mereka memba’iatnya. Mereka adalah pemilik bendera hitam yang datang dari Khurasan untuk mengukuhkan kekuasaan Al-Mahdi dan membebaskan Jazirah Arab lalu menetap di dalamnya selama beberapa masa. Mereka inilah yang kelak menaklukkan negri Konstantinopel dengan 70.000 pasukan.
Ada beberapa nash yang mengisyaratkan hal itu, dimana penduduk Khurasan (Persia) kelak akan menggantikan orang-orang Madinah asli. Mereka akan menggapai apa yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw kepada mereka. Bukankah beliau pernah bersabda: ‘Seandainya ilmu (agama) itu berada di bintang Tsuraya, niscaya akan menggapainya orang-orang dari keturunan Persia.” [3]
Prediksi bahwa penduduk Arab akan digantikan oleh bangsa lain telah disebutkan oleh Rasulullah Saw dalam beberapa riwayat, di antaranya sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Tirmidzi dalam Al Miskat:
Ketika turun ayat 38 surah Muhammad, “Jika kamu berpaling (dari agama), niscaya Dia (Allah) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu”, maka sebagian sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, jika kita berpaling, siapakah yang akan menggantikan tempat (kedudukan) kita?” Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah ke atas bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya (yang akan menggantikan kamu). Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, jika agama ini bertaburan di ‘Tsurayya’, maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangnya.”
Dalam riwayat di atas, para sahabat khawatir setelah turunnya surah Muhammad ayat 38. Mereka khawatir bila diganti oleh kaum lain. Sehingga, para sahabat bertanya pada Rasululllah “Bila kami diganti kaum lain, siapakah mereka, ya Rasulullah?” Maka, Rasulullah menjawab, “Sebagian kaum Persia.” Nash di atas menunjukkan bahwa yang akan menggantikan bangsa Arab adalah sebagian penduduk Persia, bukan seluruh Persia. Bisa jadi Persia Iran, atau Persia Afghan atau Persia Pakistan atau Persia Kashmir. Wallahu ‘alam
Merekalah yang akan menggantikan kedudukan orang Arab di Jazirah, sampai akhirnya mereka menjadi penduduk terbaik di bumi yang berasal dari Madinah. Melalui tangan mereka Rum dikalahkan dan Konstantin ditaklukkan.
Bilakah peristiwa itu Terjadi ?
Besar kemungkinan peristiwa tersebut terjadi pada zaman Al-Mahdi, dimana kemunculan Al-Mahdi adalah saat manusia berselisih dan bertikai, kondisi umat Islam secara umum dalam puncak kehinaan dan terus didzalimi. Sementara penduduk Arab justru terbuai dengan dunia karena kemewahan hidup dan melimpahnya kekayaan mereka. Agama sudah banyak ditinggalkan dan perwalian mereka sudah digadaikan kepada bangsa barat.
Akibatnya, Allah mengganti mereka dengan kaum lain yang tidak seperti mereka. Berdasarkan hadits tersebut, maka orang-orang keturunan Arab di Jazirah akan digantikan kedudukannya oleh sebagian orang Persia (kemungkinan adalah sebagian penduduk Khurasan dari wilayah AfghanistanPakistanKashmir dan Iraq). Hal ini akan terjadi pada zamannya Al-Mahdi. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ashabu Rayati Suud, 
Rasulullah Saw bersabda, “Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorangpun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” (HR. HR. Ibnu Majah: Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi no. 4074)
Jadi, bani Ishaq adalah orang Persia (Khurasan). Imam Nawawi dalam syarahnya tentang 70 ribu bani Ishaq berpendapat bahwa, “Penduduk (Farisi) Persia adalah orang-orang yang dimaksud dengan keturunan Ishaq”. Al-Mas’udi dalam kitabnya yang berjudul Muruj adz-Dzahab berpendapat, “Orang-orang yang mengerti tentang jalur-jalur nasab orang Arab dan para hukama menetapkan bahwa asal-usul orang Persia adalah dan keturunan Ishaq putra Nabi Ibrahim.
Wallahu a’lam bish shawab.
[1] HR. Ahmad
[2] Lihat : An Nihayah fil Fitan Wal Malahim.
[3] HR. Bukhari dan Muslim.

Filed under: alMahdi, Bani Ishaq, Bani Israel, Khurasan, Malhamah Kubra

Dajjal Keluar dari Iran (Parsi) dengan 70000 Yahudi.Isfahan, satu persoalan.

http://granadamediatama.wordpress.com/the-golden-age/dajjal-sudah-muncul-dari-khurasan/


Misteri tentang Dajjal dan hakekat kejadian sesungguhnya adalah hal yang sangat menarik untuk dikaji. Membicarakan Dajjal berarti membicarakan keajaiban dan keanehan berbagai peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman nanti. Satu hal pertanyaan yang cukup penting dan tidak akan terjawab hingga Allah akan memberikan keputusan adalah “Apakah kita termasuk generasi akhir yang akan berjumpa dengan Dajjal?” Inilah barangkali satu persoalan yang paling sensasional dan mengundang banyak tanya.

Umar on 
Saya ingin menambahkan bahwa Al mahdi versi Ahlusunnah (Sunni) itu bernama Muhammad bin Abdullah, sedangkan versi Syiah (Rafidah) almahdinya bernama Muhammad bin hasan al askari, dan orang syiah sangat amat melebih2kan the 12th imamnya, mereka dianggap Ma’sum, padahal yg Ma’sum itu hanya Rasullullah SAW. Setiap hari Asyura orang2 syiah rafidah(Iran) menjerit2 histeris dan mencampakkan diri mereka dikarenakan memperingati hari terbunuhnya Husein, dan kemudian mereka menimpuk kambing2 dengan batu hingga kambing tsb mati. Kambing2 tsb dinamakan Umar, Abubkr, usman, termasuk juga Istri Rasul Aisyah. Orang2 syiah iran/ persia khususnya sangat kejam, licik dan jahat. Beberapa bulan yg lalu para petinggi Iran(termasuk ahmadinejad) bertemu dgn para petinggi Amerika secara sembunyi2. Saya mendapat kabar ini dari ulama timur tengah yg berkunjung ke radio Fajri FM bogor( radio ahlusunnah Wal Jama’ah ), dan informasi/fakta2 tsb terdapat dalam sebuah buku otentik yg diterbitkan oleh penerbit mesir( nama bukunya saya lupa), jadi apa yg kita lihat di berita televisi ttg semangat Iran dalam membela Palestina itu hanyalah skenario. Kebangkitan Iran adalah kebangkitan Majusi.
ikhwan313 on 

Coba baca dan perhatikan lagi apa yang Rasulullah pernah sampaikan. Yang sebenarnya adalah Islam akan bangkit dari sebelah timur. Dimana timur itu? ya negara kita ini, rumpun Melayu yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina. Allah memang melindungi wilayah kita dari kejahatan2 Yahudi, karena mereka tahunya Islam yang besar hanya ada di negara2 Timur Tengah sana. Padahal gilirannya bangsa melayu yang akan menjadi pusat berkumpulnya para pejuang2 Islam akhir zaman. Pernah terpikirkah mengapa dulu para sahabat Rasul hijrah sampai ke sini? dan darimana asal muasal wali songo yang memiliki karomah/kelebihan luar biasa itu? karena mereka ingat akan janji Rasul yang mengatakan Islam di akhir zaman akan bangkit dari sebelah timur, dan para sahabat menginginkan keturunan2nyalah yang menjadi pejuang itu.

pasukan-panji-hitam

penulis Abu Fatiah Al-Adnani
ukuran 14 x 20,5 cm
tebal - hlm
Penerbit : Granada Mediatama

Buku istimewa ini menghadirkan kajian dengan topik tokoh-tokoh utama yang memegang peranan sentral dalam perjuangan Al-Mahdi di akhir zaman. mereka adalah Thaifah Manshurah, Ashabu Raayatis Suud dan Bani Ishaq, termasuk fenomena Taliban dan Al-Qaeda yang mengharapkan akan bergabung dengan Al-Mahdi jika telah tiba kemunculannya. Melalui sebuah kajian ilmiah berdasar dalil-dalil syar’I dan fakta-fakta lapangan, pembaca diajak untuk mengungkap berbagai fenomena kontemporer dan prediksi mendatan, khususnya yang bertalian erat dengan tanda besar kiamat; Al-Mahdi!. Berbagai data, hipotesa, pertanyaan dan pendapat mutakhir akan pembaca dapatkan dalam kajian yang sangat urgen namun masih langkai ini. Menakjubkan!

Yuda on 
Berdasarkan buku “Oktober 2015 Imam Mahdi akan datang” buku terheboh menurut saya, buku itu mengambil sumber utama dari Al-Quran, kitab terdahulu, cerita sejarah, dan perhitungan matematis. Hebat ternyata Al-Quran bisa memprediksi sesuatu peistiwa.
Allahu Akbar (Allahu Maha Besar) 3X
Intisari buku tersebut (tidak semuanya disini, kalo mau baca aja nanti bisa saya kasih)
2008 => Israel akan memperluas daerahnya. Terjadi pengusiran besar-besaran rakyat Palestina oleh kaum Yahudi tersebut. Mereka akan menentukan garis batas akhir negara Israel dan membangun pemukiman besar di Palestina bagi kaum Yahudi.
2010 => Atas kebijakan presiden baru AS, ia akan menarik pasukannya yang berada di Iraq. Karena AS akan mencoba menaklukkan negara-negara lain, seperti Sudan, Mesir dan Syria.
21 Maret – 9 Mei 2014 => Terjadi perubahan cuaca yang amat radikal akibat asteroid yang mendekat (atau mungkin menabrak) Bumi. Terjadi hujan yang sangat lebat selama 50 hari tersebut, menyebabkan rusaknya hampir seluruh lahan pertanian di Bumi. Bencana tersebut adalah bencana terbesar yang pernah terjadi semenjak Adam as turun ke Bumi.
Bulan-bulan awal 2015 => AS menguasai Sudan, lalu memasuki Mesir namun gagal menaklukannya.
April 2015 => Munculnya Sufyani sebagai pemimpin kejam di Damaskus, Syria.
23 Ramadhan tahun itu => Seruan yang datang dari langit yang menandakan Imam Mahdi akan datang dan menyuruh manusia untuk mengikuti ajaran Imam Mahdi. Seruan itu datang ke seluruh tempat di dunia dalam bahasa masing-masing dan dapat dimengerti oleh seluruh manusia.
Oktober 2015 => Asteroid kecil yang menubruk Missisipi di AS, menyebabkan kekacauan besar di AS.
23 Oktober 2015 => Imam Mahdi muncul di Mekkah.
24 Oktober 2015 => Imam Mahdi dibai’at di Ka’bah.
Kemudian => Pasukan Sufyani bergerak menuju Kuffah dan menimbulkan kekacauan besar disana, namun kemudian dapat ditumpas. Sedangkan itu pasukan yang lain bergerak menuju Madinah dan menghancurkan kota tersebut termasuk Masjid Nabawi. Pasukan tersebut ingin membunuh Imam Mahdi di Mekkah, namun ditumpas oleh pasukan malaikat.
Kemudian => Pasukan Imam Mahdi bergerak menuju Kuffah dan mendirikan pusat pemerintahan disana.
Februari 2016 => Asteroid kedua yang menubruk pantai barat AS, AS semakin menuju jurang kehancuran.
11 September 2018 => Nabi Isa as datang dari langit untuk membantu Imam Mahdi dalam misi Islam.
1 Februari 2019 => AS hancur.
Februari 2019 => Israel menghancurkan Masjidil Aqsha.
2019 – 2021 => Kaum Yahudi dari seluruh dunia berbondong-bondong ke Israel. Terjadi eksodus besar-besaran pada masa ini.
7 Agustus 2022 => Imam Mahdi merebut Jerusalem, Israel pun hancur. Tanggal ini berpapasan dengan Tish B’Av, hari besar dalam Yahudi yang merupakan hari kehancuran I Haikal Solomon oleh Raja Nebuchadnezzar dan kehancuran II Haikal Solomon oleh Raja Titus.

Filed under: alMahdi, alShufyani, Bani Ishaq, dajjal, Daulah Timur, Yahudi

ASAL USUL Illuminates & Gog Magog & Jews 13th

The Khazars were a Turkic people who originated in Central Asia. The Khazar empire is located north of the Caucasus mountains region. 




Origins. The Khazars were a Turkic people who originated in Central Asia. The early Turkic tribes were quite diverse, although it is believed that reddish hair was predominant among them prior to the Mongol conquests. In the beginning, the Khazars believed in Tengri shamanism, spoke a Turkic language, and were nomadic. Later, the Khazars adopted Judaism, Islam, and Christianity, learned Hebrew and Slavic, and became settled in cities and towns thruout the north Caucasus and Ukraine. The Khazars had a great history of ethnic independence extending approximately 800 years from the 5th to the 13th century.


In the book The Thirteenth Tribe, Ashkenazi Jew Arthur Koestler documented the history :
This book traces the history of the ancient Khazar Empire, a major but almost forgotten power in Eastern Europe, which in A.D. 740 converted to Judaism. Khazaria, a conglomerate of Aryan Turkish tribes, was finally wiped out by the forces of Genghis Han, but evidence indicates that the Khazars themselves migrated to Poland and formed the craddle of Western (Ashkenazim) Jewry…

The Khazars’ sway extended from the Black sea to the Caspian, from the Caucasus to the Volga, and they were instrumental in stopping the Muslim onslaught against Byzantium, the eastern jaw of the gigantic pincer movement that in the West swept across northern Africa and into Spain.

Thereafter the Khazars found themselves in a precarious position between the two major world powers: the Eastern Roman Empire in Byzantium and the triumphant followers of Mohammed. AsArthur Koestler points out, the Khazars were the Third World of their day, and they chose a surprising method of resisting both the Western pressure to become Christian and the Eastern to adopt Islam. Rejecting both, they converted to Judaism.

The second part of Mr. Koestler’s book deals with the Khazar migration to Polish and Lithuanian territories, caused by the Mongol onslaught, and their impact on the racial composition and social heritage of modern Jewry. He produces a large body of meticulously detailed research in support of a theory that sounds all the more convincing for the restraint with which it is advanced.

Mr. Koestler concludes: “The evidence presented in the previous chapters adds up to a strong case in favour of those modern historians – whether Austrian, Israeli or Polish – who, independently from each other, have argued that the bulk of modern Jewry is not of Palestinian, but of Caucasian origin. The mainstream of Jewish migrations did not flow from the Mediterranean across France and Germany to the east and then back again. The stream moved in a consistently westerly direction, from the Caucasus through the Ukraine into Poland and thence into Central Europe. When that unprecedented mass settlement in Poland came into being, there were simply not enough Jews around in the west to account for it, while in the east a whole nation was on the move to new frontiers” ( page 179,page 180).

“The Jews of our times fall into two main divisions: Sephardim and Ashkenazim. The Sephardim are descendants of the Jews who since antiquity had lived in Spain (in Hebrew Sepharad) until they were expelled at the end of the fifteenth century and settled in the countries bordering the Mediterranean, the Balkans, and to a lesser extent in Western Europe. They spoke a Spanish-Hebrew dialect, Ladino, and preserved their own traditions and religious rites. In the 1960s, the number of Sephardim was estimated at 500000.

The Ashkenazim, at the same period, numbered about eleven million. Thus, in common parlance, Jew is practically synonymous with Ashkenazi Jew.”

In Mr. Koestler’s own words, “The story of the Khazar Empire, as it slowly emerges from the past, begins to look like the most cruel hoax which history has ever perpetrated.”

As expected, The Thirteenth Tribe caused a stir when published in 1976, since it demolishes ancient racial and ethnic dogmas…At the height of the controversy in 1983, the lifeless bodies of Arthur Koestler and his wife were found in their London home. Despite significant inconsistencies, the police ruled their death a suicide…   


Origins of the Türük People 



 Armored riders, detail from petraglyphs in Char-Chad, Altai Mountains, Mongolia




Armored riders, detail from petraglyphs in Char-Chad, Altai Mountains, Mongolia
The Gök Türks (aka Türük, Kök Türük, Tourkh, Turk, Tujue, Tr’wk) were one of the many nomadic Turkic peoples that lived in Mongolia in the early Middle Ages. Their origins are not clear because 6th-7th century Chinese sources describe different myths. They might have been a part of the Xiongnu, they might have been Turkified Xianbei who fled massacre from the Tuoba Wei or they might have Turkified Indo-Europeans. Whoever their origins were, they were the first Turkic group to use the name Turk. The ruling family of Türük came from the Ashina tribe which was believed to have descended from a child and the Kök Böri (Blue Wolf). Until 552, the Türük people lived in the Southern Altais but in 552 they moved into the Orkhon Valley in Central Mongolia.

The Türüks were living under Rouran (aka Ruanruan) rule during the early-6th century. They were employed as blacksmiths for the Rouran ruler, because Turkic peoples were well known from their iron working. Under the leadership of their leader Bumïn (Tumen), they overthrew the Rouran yoke in 552, with the help of their allies, the Western Tuoba Wei Dynasty. Bumïn declared his independence in Ötüken (the sacred forest-mountain which later became the center of the Eastern Gök Türük Qaghanate), and earned the title Il-Qaghan. He appointed Istemi (Shedianmi), his brother, as the Yabghu of the Western territories of the newly-founded Gök Türk Qaghanate, but died within a year.



Golden Age of the Eastern Qaghanate
Bumïn Il-Qaghan was succeded by Qara Qaghan, but he also died soon and was replaced with Buqan (Mugan) Qaghan. During his reign, the Gök Türk Empire lived it’s Golden Age, when the Rouran were finally defeated and with the help of Western Tuoba, totally massacred in 555. He then marched on the Khitans and the Qïrghïz and eventually brought them under Gök Türk rule. He also forced the Chinese Zhou and Qi Dynasties to pay tribute to him, while expanded the empire in a short time. With his brother Istemi Yabghu, he organized a campaign against the Hephtalites (White Huns) and destroyed them with the help of the Sâssânid Empire of Irân. He was also the first Turkic ruler to enter Transoxiana (after Zhizhi Chanyu of Western Xiongnu), and soon, Turkic rulers settled on the Soghdian-inhabited towns of Transoxiana, like Samarkand and Bukhara. When he died in 572, the Gök Türk borders had reached Manchuria to the East and Irân to the West.
A Balbal, small statue symbolising the foes killed by a hero during his life 

Istemi Yabghu became a semi-independent ruler in the Western territories of the Gök Türk Empire, and stayed as the Yabgu until his death in 576. He had some famous campaigns like his Hephtalite Campaign, which resulted in the partition of the White Hunnic Empire between the Western Gök Türks and the Sâssânids. He later allied with the Roman Emperor Iustinus II, and fought against his former ally, the Sâssânids fort he control of the Silk Road. He was victorious, and captured many Transoxianian towns like Samarkand, Bukhara and Tashkend. When the campaign had ended, his armies were marching in Azerbaijan. In 571, the Western Türküt armies crossed the Caucasian Mountains and entered Roman territories, because the Romans had supported the Avars in their struggle with the Gök Türks (Avars were chased westwards by Istemi Yabghu). Istemi also invaded Crimea with the help of Oghur Turks. But, this did not result in a major Gök Türk-Roman war, and Istemi Yabghu died in 576, five years after Buqan Qaghan’s death.




Khazar sun disc



Engravings resembling the Jewish Star of David were unearthed at two Khazar sites, one along the Donets River in eastern Ukraine and the other along the Don River in southern Russia. This one is a circular metal disc, interpreted by Professor Bozena Werbart of Umea University as Jewish but seen by others as shamanistic or pagan. The circular nature of the disc may represent the sun, and the 6 points may represent rays of the sun. Scholars lean towards assigning the disc to Tengri shamanism due to the fact that there are also known examples of Khazarian sun discs with 5 or 7 points, rather than consistently 6. Some of the Jewish-Turkic graves at Chelarevo in what used to be Hungary contain engravings of the Star of David and are believed to belong to Khazar Kabar migrants. However, the claim that the Star of David first became a symbol of Jewish nationalism in Khazaria is by no means certain.

Filed under: alMahdi, Ashkenazi, Khazar, Yahudi

Bani Qanthura’ atau Keturah?

Pesanan Rasulullah saw. tentang  Iraq di akhir zaman

Salah satu riwayat ‘ajaib’ tentang nasib Iraq di akhir zaman adalah riwayat tentang invasi Bani Qanthura terhadap Iraq. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah menjelaskan bahwa di akhir zaman akan terjadi  penyerbuan bangsa Qanthura’ terhadap Bashrah, sebuah negeri kaum muslimin yang berada di tepi sungai Dajlah (Tigris hari ini). Dalam peperangan tersebut umat Islam berhasil mengalahkan bangsa Qanthura’. 
Dari Abu Bakrah bahwasanya Rasulullah telah bersabda:
“Akan ada segolongan kaum dari umatku yang menetap di sebuah daerah yang mereka namakan Bashrah, di sisi sebuah sungai yang disebut Dijlah (Dajlah), dan di atas sungai itu ada sebuah jembatan. Penduduk daerah itu akan bertambah banyak, dan ia akan menjadi salah satu negeri dari negeri-negeri orang-orang yang berhijrah. [Perawi Muhammad ibnu Yahya berkata: Abu Ma’mar meriwayatkan dengan mengatakan: negeri-negeri kaum muslimin].

Kelak di akhir zaman Bani Qanthura’ yang berwajah lebar dan bermata sipit akan datang menyerbu, sehingga mereka mencapai tepian sungai Dajlah. Pada saat itulah penduduk daerah itu akan terpecah menjadi tiga kelompok. Satu kelompok mengikuti ekor sapi (menuntun binatang mereka) dan menyelamatkan diri ke pedalaman, Mereka akan binasa. Satu kelompok lainnya memilih menyelamatkan dirinya dengan jalan memilih kekafiran. Adapun kelompok terakhir menempatkan keluarganya di belakang punggung mereka dan bertempur melawan musuh. Mereka itulah orang-orang yang akan mati syahid.” HR. Abu Daud, dihasankan oleh Al Albani. 

Dalam lafal yang lain diterangkan bahwa sisa-sisa kelompok umat Islam yang berperang ini akan mampu mengalahkan Bani Qanthura’: “Adapun satu kelompok yang terakhir menempatkan keluarganya di belakang punggung mereka dan mereka maju berperang menyongsong musuh. Orang-orang yang terbunuh di antara mereka adalah orang-orang yang mati syahid, dan Allah akan melimpahkan kemenangan kepada mereka melalui orang-orang yang tersisa.” HR. Ahmad-shahih.

Siapa Sebenarnya Bani Qanthura’?
Banyak hadits yang menjelaskan beberapa ciri Bani Qanthura’, di antaranya mereka memiliki wajah yang lebar dan mata yang sipit. Ciri seperti ini juga dimiliki oleh Bangsa Turk (bukan Turki saat ini). Imam al-Bukhari sendiri menempatkan hadits shahih ini dalam bab “Qital al-Turk”, perang melawan bangsa Turk. Begitu pula imam Ahmad, Abu Daud, Abu Bakr bin Syaibah, dan para ulama lain menempatkan hadits tentang Bani Qanthura’ di atas dalam kumpulan hadits yang membahas perang umat Islam melawan bangsa Turk. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, salah satu perawinya yang bernama al-‘Awwam bin Hausyab mengatakan : “Bani Qanthura’ adalah bangsa Turk.”

Bangsa Turk yang dimaksudkan dalam dalam banyak riwayat, wallahu a’lam bi-shawab, tidak terbatas pada penduduk sebuah negera yang kini dikenal dengan nama internasional Republik Turki semata. Sekalipun Republik Turki hari ini adalah sebuah negara sekuler yang didirikan oleh Musthafa Kamal Al-Yahudi, namun mayoritas penduduknya adalah kaum muslimin. Padahal hadits-hadits shahih di atas menyebutkan bahwa bangsa Turk yang memerangi kaum muslimin di akhir zaman adalah orang-orang kafir.

Jika mereka bukan penduduk negera yang hari ini dikenal dengan nama Republik Turki ini, lantas siapa gerangan bangsa Turk yang akan memerangi kaum muslimin di akhir zaman tersebut ?

Imam  Syamsul Haq ‘Azhim Abadi dalam ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud menulis bahwa riwayat imam Muslim dengan lafal ‘mereka memakai pakaian yang terbuat dari bulu, dan memakai alas kaki yang juga terbuat dari bulu’ secara tegas menunjukkan bahwa pakaian mereka terbuat dari bulu, demikian pula halnya dengan alas kaki (sandal dan sepatu) mereka. Sebagaimana dikatakan oleh imam Ibnu Dihyah dan para ulama yang lain, model pakaian seperti ini disesuaikan dengan iklim lingkungan tempat mereka tinggal. Mereka tinggal di daerah-daerah yang diselimuti oleh salju-salju yang sangat tebal.

Dari berbagai hadits shahih yang menyebutkan ciri-ciri fisik dan kondisi geografis negeri bangsa besar Turk ini, setidaknya para pakar hadits dan sejarah telah bisa meraba-raba suku bangsa dan negeri mana saja yang tergolong dalam keluarga besar bangsa dan negeri Turk. Negeri-negeri dingin bersalju menjadi salah satu ciri tempat kediaman mereka.

Amerika dan Eropa Termasuk Bani Qanthura yang akan Menggempur Bashrah ?
Yang dimaksud dengan Romawi atau Ar-Rum dalam hadits-hadits akhir zaman dan kemunculan imam Mahdi adalah bangsa-bangsa Eropa. Pada beberapa abad yang lalu, sebagian dari mereka telah bermigrasi ke Benua Amerika dan Australia. Mereka adalah anak cucu bangsa Romawi dan para pewaris Imperium Romawi Barat dan Imperium Romawi Timur (Bizantium) yang bersejarah itu.

Memang benar bahwa nama Romawi saat surat Ar-Rum turun dan hadits-hadits shahih yang disabdakan oleh Nabi merujuk pada penguasa Imperium Romawi Timur. Akan tetapi, fakta ini tidak menafikan pandangan yang menyatakan bahwa orang-orang Eropa Barat, Amerika, dan Australia saat ini merupakan kelanjutan dari Imperium Romawi, baik secara politik ataupun kebudayaan. Karena itu, bangsa Prancis, Inggris, Jerman, ataupun selainnya yang hidup di daratan Benua Eropa merupakan komponen-komponen pewaris Imperium Romawi dalam hal kebudayaan, politik, dan agama.

Invasi Amerika ke Iraq Maret 2003
Tanggal 20 Maret 2003 M. Setelah tembakan salvo pada hari itu, 5 kapal induk AS, di antaranya ialah USS Carl Vinson, USS Kitty Hawk dan USS Theodore saling berlomba menembakkan rudal-rudal jelajah Tomhawk ke Irak. Ratusan pesawat tempur dan puluhan ribu tentara AS dan sekutunya ikut pula menyemarakkan gelar kekuatan militer dalam Perang Teluk Jilid II ini.
Kini banyak orang mereka-reka, apakah Amerika Serikat dan Inggris yang memimpin penyerbuan koalisi Sekutu ke Iraq di bulan Maret 2004 yang lalu termasuk ke dalam kelompok Bani Qanthura’ yang menyerbu Basrah? Dengan kata lain, apakah Bani Qanthura’ dalam hadits tersebut bisa dimaknai Amerika dan sekutunya?

Secara nash memang tidak diketemukan dalil yang menunjukkan Amerika dan sekutu-sekutunya sebagai Bani Qanthura’ yang menyerang Basrah. Meski demikian, apabila hadits-hadits yang menyebutkan tentang serangan Bani Qanthura’ dan bangsa Turk tersebut kita bandingkan dengan sifat-sifat Amerika dan sekutu-sekutunya yang kini menduduki Iraq, akan ditemukan kesamaan sebagian —bukan seluruh— sifat antara Bani Qanthura’-bangsa Turk dan Amerika-sekutu. Sebagian kesamaan tersebut adalah:

Pertama, Amerika, Inggris, dan sekutu-sekutunya yang melakukan invasi militer ke Iraq termasuk dalam kelompok negara yang mengalami empat musim, dan salah satu musim tersebut adalah musim salju. Pada musim tersebut, mereka terbiasa memakai pakaian yang tebal dari bulu. Keadaan seperti ini sesuai dengan sebagian ciri yang disebutkan dalam hadits, yaitu ‘mereka memakai pakaian yang terbuat dari bulu, dan memakai alas kaki yang juga terbuat dari bulu’.

Kedua, Sikap kaum muslimin penduduk Basrah, kota-kota di Iraq dan negara-negara muslim lainnya dalam menghadapi invasi militer AS dan sekutu-sekutunya. Secara umum, sikap mereka terbagi menjadi tiga. Sekelompok penduduk Iraq memilih untuk murtad, dengan bergabung bersama pasukan inbasi militer AS dan sekutunya. Mereka rela menjadi mata-mata, penerjemah, polisi, atau pejabat dalam pemerintahan transisi buatan AS dan sekutu-sekutunya. Demi mendapat keuntungan duniawi yang sedikit, mereka berkhianat kepada agama dam bangsa.

Sekelompok lainnya memilih menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya, baik dengan jalan mengungsi ke negara lain maupun berpindah ke daerah-daerah di Iraq yang dirasa lebih aman. Untuk menyelamatkan diri dan hartanya, mereka memilih bersikap pasif. Mereka enggan terlibat dalam gerakan-gerakan perlawanan yang berjuang untuk mengusir agresor AS dan sekutunya.

Sekelompok terakhir memilih terlibat secara aktif dalam gerakan perlawanan untuk mengusir agresor AS dan sekutu-sekutunya. Mereka rela meninggalkan harta dan keluarganya demi membebaskan negeri Islam tersebut dari penjajahan tentara kafir. Sebagian di antara mereka gugur di medan perjuangan. Sebagian lainnya terluka. Sebagian sisanya tertawan. Dan selebihnya, insya Allah, akan memetik kemenangan atas musuh-musuh Islam.
Keadaan ini mirip dengan kondisi yang disebutkan dalam hadits di atas, “Pada saat itulah penduduk daerah itu akan terpecah menjadi tiga kelompok. Satu kelompok mengikuti ekor sapi (menuntun binatang mereka) dan menyelamatkan diri ke pedalaman, Mereka akan binasa. Satu kelompok lainnya memilih menyelamatkan dirinya dengan jalan memilih kekafiran. Adapun kelompok terakhir menempatkan keluarganya di belakang punggung mereka dan bertempur melawan musuh. Mereka itulah orang-orang yang akan mati syahid.” 

Ketiga, secara nasab bangsa Amerika, Inggris, dan Eropa memang tidak termasuk dalam rumpun bangsa Turk. Meski demikian, bapak moyang mereka adalah sama. Menurut imam Abu Amru, Ali Mula al-Qari, dan sebagian besar pakar sejarah mereka semua adalah anak keturunan Yafits bin Nuh. Yafits bin Nuh menurunkan anak keturunan yang kelak menjadi bangsa Turk, Eropa, Cina, Jepang, Mongol dan lain-lain. Dan karena mayoritas penduduk Amerika Serikat awalnya adalah imigran Kristen dari Eropa, maka secara nasab bangsa Amerika Serikat adalah bagian dari Eropa.

Demikianlah beberapa ciri lahir Amerika dan Eropa yang memiliki kemiripan dengan bani Qanthura. Meskipun demikian, hal itu tidak secara otomatis dapat membuat kita dapat memastikan bahwa mereka adalah Bani Qanthura’. Namun demikian umat Islam bisa memetik banyak hikmah penting berkaitan dengan invasi militer AS dan sekutunya ke Irak ini. Salah satunya adalah bagaimana setiap muslim bersikap terhadap fenomena semua bentuk invasi bangsa barat ke negeri-negeri umat Islam. Selalunya dalam setiap penjajahan penduduk setempat akan terbelah menjadi tiga kelompok; yang berjuang untuk melawan, yang bergabung dengan musuh dengan cara berkhianat, dan yang mencari aman dengan tidak memihak kepada siapapun. Dan hasil akhir serta nasib mereka sudah dijelaskan dalam hadits di atas.

Hikmah lainnya adalah bahwa peristiwa invasi Amerika ke Iraq mengajarkan kepada kita; kepada siapa kita akan bergabung ? Sungguh, Rasulullah telah menjanjikan kemenangan dan pertolongan Allah bagi kelompok pejuang Islam ini dalam hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah, di antaranya dalam hadits: Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang menegakkan agama Allah, orang-orang yang memusuhi mereka maupun tidak mau mendukung mereka sama sekali tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya dating urusan Allah.” (HR. Bukhari)

Wallahu A’lam bish-shawab.

Rizal on

Terima kasih atas tulisannya. Saya sudah lama mencari nasab ras cina (mongoloid), baru mendapat titik terangnya dalam tulisan ini meskipun mungkin penafsiran kita tidak sama.

Nubuwat Rasulullah s.a.w dalam hadis sahih di atas saya yakin telah terjadi, yaitu ketika bangsa mongol menaklukkan dan menghancurkan Baghdad pada 1253 M. Jelas sekali cirinya: wajah lebar dan mata sipit. Dalam nubuwat tersebut, wajah lebar dan mata sipit inilah penakluknya. Mereka bukan menumpang penaklukan bangsa lain atas Baghdad seperti diandaikan di atas bahwa bangsa Jepang dan Korea menumpang penaklukan bangsa Amerika dan Inggris atas Iraq. Ingat, mata sipit inilah aktor utamanya.
Mereka juga kemudian dikalahkan di Syam dan mundur kembali hingga ke Asia Tengah. Tepat seperti lahiriah teks hadis tersebut. Keturunan bangsa Rum (Amerika & Inggris) sama sekali tidak menepati ciri mata sipit dan wajah datar/lebar. Bangsa mongol adalah bangsa yang berbaju dan bersepatu bulu. Lihat penggambaran bangsa mongol kuno dalam film-film sejarah cina. Persis seperti itu.

Yang menarik buat saya adalah sebutan “Bani Qanthura” untuk bangsa sipit dan wajah lebar ini. Qanthura adalah istri ketiga Nabi Ibrahim a.s. Dari beliau, Nabi Ibrahim memperoleh 6 anak, di antaranya Madyan yang menurunkan bangsa Madyan di mana Nabi Syuaib diutus pada mereka.

Di kitab yang dipegang oleh Ahlulkitab, dituliskan bahwa Nabi Ibrahim memerintahkan anak-anaknya ini mengembara ke timur. Lokasi negeri cina sekarang memang ada di timur Syria/Palestina, tempat tinggal Nabi Ibrahim dulu.

Yang belum ketemu sambungannya adalah, bangsa cina sudah membuat peradaban besar dekat dengan zaman Nabi Ibrahim. Kalau Nabi Ibrahim baru menyuruh anak-anaknya untuk bergerak ke timur, tak mungkin dalam waktu singkat mereka sudah mampu membuat peradaban besar melibatkan jutaan orang. Padahal untuk membuat peradaban besar, perlu ratusan bahkan ribuan tahun menetap di suatu tempat.
Wallahua’lam.

 

anakjawi on


Saya berpandangan ia adalah bangsa China Monggoloid. Bangsa yang amat ganas dan kejam. Tidak ada bangsa yang berwajah lebar dan bermata sepet selain kaum ini. Mereka dari kawasan gurun yang sejuk, berpakaian bulu binatang. Dalam sejarah juga menyebutkan kaum monggol ini ada kaitan dengan bangsa Asia Tengah dan bangsa Khazars sedarah kaum turk.

Tidak mustahil, mereka akan mengulangi sekali lagi bersama rakan sosialis bangsa Rusia. Perang Dunia ke3? Persoalan kenapa Baghdad? Ia adalah laluan dalam kancah perang Asia Barat yang diterajui Israel dan USA, satu kemungkinan.

Jika ia telah berlaku zaman Abbasid dahulu, ada kemungkinan fitnah Dajjal sudah tersebar luas ketika itu. Hanya Salahuddin al Ayubi sahaja yang gagah berani menentang musuh Islam. Mungkin inilah maksud 1/3 kaum muslimin seperti yang disebut dalam hadis tersebut. w/a

Balas

Filed under: alMahdi, Bani Qanthura', keturah, Khazar, Monggol

Kerajaan Akhir Zaman huruhara bergema

ramalan FITNAH BESAR akhir masa

Berdasarkan buku “Oktober 2015 Imam Mahdi akan datang” buku terheboh menurut saya, buku itu mengambil sumber utama dari Al-Quran, kitab terdahulu, cerita sejarah, dan perhitungan matematis. Hebat ternyata Al-Quran bisa memprediksi sesuatu peistiwa.

Allahu Akbar (Allahu Maha Besar) 3X

Intisari buku tersebut (tidak semuanya disini, kalo mau baca aja nanti bisa saya kasih)

2008 => Israel akan memperluas daerahnya. Terjadi pengusiran besar-besaran rakyat Palestina oleh kaum Yahudi tersebut. Mereka akan menentukan garis batas akhir negara Israel dan membangun pemukiman besar di Palestina bagi kaum Yahudi.

2010 => Atas kebijakan presiden baru AS, ia akan menarik pasukannya yang berada di Iraq. Karena AS akan mencoba menaklukkan negara-negara lain, seperti Sudan, Mesir dan Syria.

21 Maret – 9 Mei 2014 => Terjadi perubahan cuaca yang amat radikal akibat asteroid yang mendekat (atau mungkin menabrak) Bumi. Terjadi hujan yang sangat lebat selama 50 hari tersebut, menyebabkan rusaknya hampir seluruh lahan pertanian di Bumi. Bencana tersebut adalah bencana terbesar yang pernah terjadi semenjak Adam as turun ke Bumi.

Bulan-bulan awal 2015 => AS menguasai Sudan, lalu memasuki Mesir namun gagal menaklukannya.

April 2015 => Munculnya Sufyani sebagai pemimpin kejam di Damaskus, Syria.

23 Ramadhan tahun itu => Seruan yang datang dari langit yang menandakan Imam Mahdi akan datang dan menyuruh manusia untuk mengikuti ajaran Imam Mahdi. Seruan itu datang ke seluruh tempat di dunia dalam bahasa masing-masing dan dapat dimengerti oleh seluruh manusia.

Oktober 2015 => Asteroid kecil yang menubruk Missisipi di AS, menyebabkan kekacauan besar di AS.

23 Oktober 2015 => Imam Mahdi muncul di Mekkah.

24 Oktober 2015 => Imam Mahdi dibai’at di Ka’bah.

Kemudian => Pasukan Sufyani bergerak menuju Kuffah dan menimbulkan kekacauan besar disana, namun kemudian dapat ditumpas. Sedangkan itu pasukan yang lain bergerak menuju Madinah dan menghancurkan kota tersebut termasuk Masjid Nabawi. Pasukan tersebut ingin membunuh Imam Mahdi di Mekkah, namun ditumpas oleh pasukan malaikat.

Kemudian => Pasukan Imam Mahdi bergerak menuju Kuffah dan mendirikan pusat pemerintahan disana.

Februari 2016 => Asteroid kedua yang menubruk pantai barat AS, AS semakin menuju jurang kehancuran.

11 September 2018 => Nabi Isa as datang dari langit untuk membantu Imam Mahdi dalam misi Islam.

1 Februari 2019 => AS hancur.

Februari 2019 => Israel menghancurkan Masjidil Aqsha.

2019 – 2021 => Kaum Yahudi dari seluruh dunia berbondong-bondong ke Israel. Terjadi eksodus besar-besaran pada masa ini.

7 Agustus 2022 => Imam Mahdi merebut Jerusalem, Israel pun hancur. Tanggal ini berpapasan dengan Tish B’Av, hari besar dalam Yahudi yang merupakan hari kehancuran I Haikal Solomon oleh Raja Nebuchadnezzar dan kehancuran II Haikal Solomon oleh Raja Titus.

sumber: http://granadamediatama.wordpress.com/arsip/jejak-fir%E2%80%99aun-abad-21/
by Yuda on  

Filed under: alMahdi, alShufyani, Yahudi

Imam Mahadi dan Akhir Zaman



Siapa Imam Al-Mahdi ???
.http://cahayamukmin.blogspot.com/2009/02/siapa-imam-al-mahdi.html

SEJAK dahulu hinggalah ke hari ini masalah siapakah sebenarnya AI-Mahdi tidak henti-henti menjadi perkara yang diperbahaskan. Akibat daripada itu, terdapat setengah golongan umat Islam yang cuba mengandaikan seseorang sebagai Al-Mahdi. Sementara setengah pihak pula (Ahlu Sunnah WaI Jamaah) tidak menetapkan seseorang sebagai Al-Mahdi, sebaliknya men yerahkan perkara tersebut kepada urusan Allah SWT. Apa yang penting bagi kita ialah yakin akan kemunculannya sebagaimana yang dikhabarkan oleh Rasulullah SAW.

Bagi menjelaskan siapakah sebenarnya Ai-Mahdi, marilah kita merujuk kepada kitab-kitab para ulama Islam yang mu’tabar dan diakui kesahihannya. Di antara kitab-kitab tersebut ialah Al-Hawi Lii Fatawa karangan Imam As-Suyuti, Mukhtasar Fil Mahdi Al-Muntadzar dan As-Sawaiqul Mukhriqat karangan Ibnu Hajjar Al-Haitami, At-Tawadhihu Fl Tawaturi Ma Jaa Fil Muntadziri Waddajal Wal Masihi karangan Al-Allamah As Syaukani, Ibrazul Wahmil Maknun Min Kalam Ibni Khaldun karangan Al-Muhaddits Sayid Ahmad Siddiq Al-Ghumari dan banyak lagi kitab-kitab lainnya yang menerangkan secara jelas tanda-tanda dan sifat-sifat Al-Mahdi sebagaimana yang disebutkan oleh hadits-hadits Rasulullah SAW.

           Kitab-kitab tersebut menerangkan bahawa nama Al-Mahdi ialah Muhammad bin Abdullah sementara gelarannya pula ialah Abu Abdullah. Menurut riwayat yang sah Al-Mahdi adalah dari keturunan Sayidina Hassan bin Ali. Sesungguhnya telah tsabit bahawa Al-Mahdi adalah keturunan Hassan bin Ali sebagaimana yang tersebut di dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Daud dalam Sunannya,

“Telah berkata Ali sambil memandang puteranya Hassan,” Sesungguhnya Puteraku ini ialah sayid sebagaimana yang telah dinamakan oleh Nabi SA W. Dari keturunannya akan lahir seorang lelaki yang namanya seperti nama Nabi kamu, menyerupai baginda dalam perangai dan tidak menyerupai baginda dalam rupa dan bentuk.”

             Hadits ini telah disahkan oleh para ulama di antaranya Al-Manawi di dalam kitabnya Al-Kabir, Ibnu Atsir dalam kitabnya An-Nihayah, Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalan kitabnya Gharibul Hadits dan Al-Manarul Munif Fi Sahihi Wad Dha’if, Al-Muhaddits Sayid Ahmad Siddiq Al-Ghumari di dalam kitabnya Aqidah Ahlil Islam Fi Nuzuli Isa AS dan lain-lain lagi.

            Di dalam kitab Naqdul Manqul m.s 8O pengarang kitab tersebut memetik kenyataan lbnu Qayyim Al-Jauziyah, “kebanyakan hadits-hadits menunjukkan bahawa Al-Mahdi adalah anak dari Sayidina Hassan bin Ali.”

            Abu Thahir Muhd Syamsul Haq dalam kitabnya ‘Aunal Ma’bud (syarah Sunan Abu Daud),   memetik kenyataan Al- Hafiz Imanuddin yang menyebut bahawa hadits-hadits mengenai Al-Mahdi menunjukkan bahawa Ia dari ahli bait Rasulullah SAW, zuriat Fatimah dan anaknya Hassan bin Ali. (sila rujuk kitab ‘Aunal Ma’bud juzu’ II m.s 374 dan 382)

           Tersebut di dalam kitab Hasyiah As-Sabban ms 137, bahawa riwayat yang mengatakan Al-Mahdi dari keturunan Al-Hussin adalah terlalu lemah. Sementara di dalam kitab Al-Iza’ah m.s 147 riwayat yang mengatakan Al-Mahdi dari keturunan AI-Hussin bin Ali adalah dha’if.

           Terdapat juga hadits-hadits yang menyatakan bahawa Al-Mahdi dari keturunan Al-Abbas bin Abdul Muttalib. Maka para ulama hadits menghimpunkan hadits yang berlawanan. Iaitu hadits-hadits yang mengatakan Al-Mahdi dari keturunan Sayidina Hassan bin Ali adalah sah dan hadits yang mengatakan AI-Mahdi dari keturunan Al-Abbas dan Al.Hussin adalah dha’if. Ini adalah sebagaimana kenyataan yang dibuat oleh Al-Hafiz Abut Hassan Ad-Darqatni.

Hadith Tentang Al-Mahdi

1. Dari Jabir bin Abdullah ra katanya ; “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, : “Sentiasa ada di kalangan umatku golongan yang berperang di atas kebenaran, mereka sentiasa zahir hingga hari Qiamat. Sabdanya lagi: “Kemudian turun Isya bin Maryam AS dari langit, dan berkata pemimpin mereka (Imam Mahdi), silalah menjadi imam solat kami dan Nabi Isya menjawab, tidak, bahawa sebahagian Kamu sebagai kemuliaan Allah SWT  ke atas umat ini (umat Islam) . Hadtih riwayat Muslim.

2.  Dari Ali bin Abu Talib bahawa Rasulullah SAW bersabda : “Al-Mahdi itu dari ahlul bait, Allah membawa kebaikan dengannya dalam satu malam. Hadith riwayat Imam Ahmad.

3. Dari Dzar dari Abdullah dari Nabi SAW yang bersabda : “Sekiranya dunia hanya tinggal sehari sahaja (sebelum qiamat) nescaya Allah memanjangkan hari itu sehingga bangkit padanya seorang lelaki dari keturunanku atau dari kaum keluargaku, yang namanya spt namaku, nama bapanya spt nama bapaku, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan saksama sebagaimana bumi dipenuhi kezaliman dan kekejaman. Hadith riwayat Abu Daud dan Turmizi.

4.  Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata : “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ; “Akan lahir dari umatku seorang lelaki yang menyeru dengan sunahku, Allah menurunkan hujan dari langit untuknya, bumi mengeluarkan kasil dan darinya buni dipenuhi dengan kedurjaan dan kekejaman. Ia memerintah umat ini selama tujuh tahun dan akan berada di baitul Maqdis. Hadith riwayat At-Tabarani.   

5. Dari Aishah ra katanya, Rasulullah SAW telah bersabda : “Al-Mahdi itu seorang lelaki dari cucuku, ia akan berperang atas Sunnahku spt aku berperang atas wahyu”. Hadith riwayat Na’im bin Hammad

6. Dari Said bin Al-Musaiyab dari Ummu Salmah yang berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Al-Mahdi itu dari keturunanku dari anak cucu Fatimah”. Hadith riwayat Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, An-Nasa’i, At-Tabarani dan Al-Hakim

Namun, tidak terdapat hadits yang menyebut mengapa AI-Mahdi dinamakan Al-Mahdi, tetapi terdapat dua atsar sahabat dalam hal ini. Abdullah bin Syuzab berkata,

“Sebab ia dinamakan Al-Mahdi ialah kerana ia menunjukkan satu gunung di gunung negeri Syam. Ia mengeluarkan dari gua gunung tersebut lembaran-lembaran kitab Taurat. Al-Mahdi berhujah melawan orang-orang Yahudi menggunakan kitab tersebut dan mereka akhirnya kalah. Maka salah satu kumpulan orang-orang Yahudi memeluk Islam.” Atsar ini diriwayatkan oleh Al-Hafiz Ad-Dani dalam Sunannya.

              Daripada Ka’ab bin Alaqamah berkata,

“Sebab dinamakannya Al-Mahdi ialah kerana ia menunjukkan pada suatu perkara yang telah hilang, dia mengeluarkan peti dari negeri Antakiah (peti berisi lembaran kitab Taurat dan lain-lain). Diriwayatkan oleh Na’im bin Hammad dalam kitabnya Al-Fitan.

               Al-Muhaddits Sayid Ahmad Siddiq Al-Ghumari menerang kan di dalam kitabnya Aqidah Ahlil Islam Fi Nuzuli Isa AS bahawa Al-Mahdi dilahirkan di Madinah Al-Munawwarah serta dibesarkan di sana. Sebelum umat Islam berbai’at dengannya, berlakulah satu peperangan yang besar di antara penduduk Madinah dengan tentera-tentera As-Syufiani. Dalam peperangan tersebut, penduduk Madinah mengalami kekalahan dan mereka lari bersama-sama Al-Mahdi ke Makkah. Di Makkah datanglah orang dari berbagai-bagal negeri kerana berbai’at dengannya di suatu tempat iaitu di antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim.

          Tanda-tanda keluarnya Al-Mahdi dinyatakan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said, Ummu Salamah, Aisyah bin Malik dan Huzaifah Al-Yamani.

 Di antara tanda-tanda menunjukkan kemunculan Al-Mahdi itu ada beberapa perkara:

 1. Pecah Sungai Furat yang terbesar dalam negeri Iraq masuk ke Laut Parsi.

2. Gerhana bulan pada awal malan daripada bulan Ramadhan dan gerhana matahari dari awal bulan Ramadhan.

3. Gerhana bulan dua kali dalam bulan Ramadhan

4. Naik tanduk di langit umpama beberapa gigi.

5. Naik bintang yang berekor yang cerah di sebelah timur

6. Zahir api yang besar dari timur selama tiga malam atau tujuh malam

7. Zahir kelam pada langit.

8. Zahir merah pada langit yang berhamburan ia pada segala tepi langit yang lain daripada merah di tepi langit yang biasa.

9. Seruan yang umum dari langit kepada sekelian ahli bumi dengan loghat masing-masing bahawa Al-Mahdi telah zahir.

10.  Tenggelam kampung Khrastan di dalam negeri Syam (Syria).

11. Diserukan daripada Iangit akan nama Imam Mahdi dengan seruan yang tersangat kuat hingga didengar oleh alhi bumi danipada Timur ke Barat. Maka orang yang tidur menjadi jaga, orang yang berdiri menjadi duduk dan orang yang terduduk menjadi terdiri di atas kedua kakinya kerana terlalu terkejut.

12. Zahir jemaah dari lelaki atau kuda di dalam bulan Syawal. Kemudian maka kedengaran suara yang menunjuk atas yang bathil. Peperangan dalam bulan Zulhijjah serta ramai sehingga mengalir darah di atas Jamratul Aqabah di Mina (tempat melontar).

13. Zahir banyak gempa bumi.

14. Datang dua seruan dari langit. Seruan yang pertama iaitulah seruan daripada langit dengan katanya, “Ketahuilah olehmu akan bahawa seorang yang keluar pada bumi yang bernama Mahdi itu sebenarnya keluarga Muhammad.” (Dan seruan kedua) iaitulah seruan syaitan dengan katanya, “Ke­tahuilah olehmu bahawa seorang yang keluar pada bumi yang bernama Mahdi itu sebenarnya dari ketuarga Isa.” (Lihat Ad Duratun Nafi’ah Fi Isyratis Sa’ah)

 Setengah-tengah ulama’ telah menamakan tokoh-tokoh tertentu sebagai Al-Mahdi. Al-Mahdi yang mereka maksudkan ialah pemimpin-pem inipin Islam yang adil selepas Rasulullah SAW. berpandukan hadits Rasulullah SAW,

“Tetaplah kamu dengan sunnahku dan sunnah khulafa Ar-Rasydin Al-Mahdi (yang mendapat petunjuk).”

— Riwayat Abu Daud dan At-Tarmizi

 Berpandukan hadits ini maka para ulama Ahli Sunnah Wal Jammah ada yang menentukan seseorang sebagai Al-Mahdi, tetapi bukanlah sebagai Al-Mahdi Muntadzar sebagaimana yang disebut oleh Rasulullah SAW yang muncul di akhir zaman. 

             Hassan Ibrahini Hassan dalam kitabnya, Tarikhul Islam jüzu’ I m.s 407 menyebut dengan panjang lebar akan masalah ini dan  menjelaskan, “Bahawa Al-Mahdi yang dikatakan oleh beberapa ulama’ di dalam kitab-kitab mereka ada beberapa orang itu bukanlah Al-Mahdi yang akan muncul di akhir zaman.”

 Al-Imam Ahmad Hanbal sendiri pernah menyebut, “Bahawasanya Umar bin Abdul Aziz tidak syak lagi adalah ia Al-Mahdi, tetapi bukanlah Al-Mahdi yang akan keluar di akhir zaman. Tetapi adalah Al-Mahdi yang mendirikan ke benaran dan kebajikan” (sila lihat kitab Naqdul Manqul ms 78-79)

             Golongan Syiah yang berpendapat bahawa Muhammad bin Al-Hassan Al-Askari sebagai Al-Mahdi juga tidak menyebutnya sebagai Al-Mahdi Muntadzar yang muncul di akhir zaman. Sebaliknya mereka menyebutnya sebagai Al-Mahdi yang akan memimpin mereka atas kebenaran dan kebajikan. (sila lihat kitab ‘Aunal Ma’bud juzu’ II ms 382)

Filed under: alMahdi, Bani Ishaq, Bendera Hitam, dajjal, Daulah Timur, Khurasan, Pemuda Bani Tamim, Yahudi, Yakjuj Makjuj, zionis

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

TODAY

Oktober 2014
I S R K J S A
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Laman

Arkib

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.